Medan (SIB)- Jumlah wisman (wisatawan mancanegara) yang berkunjung ke Sumut melalui tiga pintu masuk pada Maret 2015 mencapai 19.720 kunjungan atau turun 9,62 % dibanding yang datang pada Februari 2015 mencapai 21.820 kunjungan.
Demikian pula jika dibandingkan dengan bulan sama tahun 2014, jumlah wisman pada Maret 2015 menurun 7,74 % yakni dari 21.374 kunjungan turun menjadi 19.720 pada Maret 2015.
“Wisman dari Malaysia yang terbesar sebanyak 12.020 kunjungan atau 54,75 % dari total wisman yang berkunjung ke Sumut,†ujar Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark Pardamean kepada wartawan di kantornya Jalan Asrama Medan, Senin (4/5).
Bismar menyebutkan, penurunan jumlah wisman Maret 2015 terjadi pada semua pintu masuk yakni Bandara Kuala Namu turun 3,27 %, melalui pintu masuk Pelabuhan Belawan turun 50,52 % dan Pelabuhan Tanjung Asahan turun 5,36 %.
Secara kumulatif selama Januari-Maret 2015 jumlah wisman yang berkunjung ke Sumut melalui tiga pintu masuk mencapai 61.643 orang, berarti menurun 6,64 % dibanding jumlah wisman pada periode sama tahun 2014.
“Persentase penurunan tertinggi terjadi di pintu masuk Pelabuhan Laut Belawan yakni 30,89 % dan Bandara Kuala Namu turun 4,42 %,sedangkan pintu masuk Tanjung Balai Asahan naik sebesar 33,66 %,†katanya.
Bismar mengatakan, dari 10 negara pasar utama wisman Januari-Maret 2015, Malaysia masih mendominasi diikuti Singapura, Tiongkok, Jerman, Australia, Inggris dan Amerika serikat, Thailand, Belanda dan Taiwan.
Jumlah kedatangan wisman selama Januari-Maret 2015 dari 10 negara utama tersebut menunjukkan penurunan dibanding periode sama tahun sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi pada wisman asal Singapura, sedangkan yang mengalami peningkatan wisman asal Thailand.
Bismark menambahkan, penurunan kunjungan wisman pada Maret 2015 yang mencapai 9,62 % terhadap bulan sebelumnya, merupakan penurunan kunjungan wisman untuk ketiga kalinya selama 5 tahun terakhir. Penurunan ini tidak searah dengan total kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia yakni naik sebesar 9,21 % atau dari 723.039 kunjungan naik menjadi 789.596 kunjungan.
INFLASI 0,89 PERSEN
Sumatera Utara mulai mengalami inflasi atau pada April sebesar 0,89 persen akibat kenaikan harga berbagai barang yang dipicu kenaikan harga premium.
"Januari-Maret, Sumut masih deflasi.Baru pada April ini mengalami inflasi 0,89 persen akibat lonjakan harga barang," kata Bismark.
Inflasi juga didorong terjadinya inflasi pada semua kota yang dijadikan IHK (indeks harga konsumen).
Medan, misalnya inflasinya paling tinggi sebesar 0,96 persen disusul Sibolga 0,58 persen, Pematangsiantar 0,56 persen dan Padangsidempuan 0,50 persen.
Di Kota Medan, inflasi dipicu naiknya semua kelompok pengeluaran mulai dari harga bahan makanan yang memberi andil 0,28 persen hingga transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.
Harga bawang merah di kota itu naik 25,57 persen disusul premium 6, 24 persen dan angkutan udara 5,18 persen.
"Meski sudah terjadi inflasi di April, namun secara kumulatif daerah itu masih mengalami deflasi sebesar 0,85 persen," katanya. (A2/Ant/ r)