Wisman Berkunjung ke Sumut Turun Lagi

- Minggu, 10 Mei 2015 21:29 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Medan (SIB)- Jumlah wisman (wisatawan  mancanegara) yang berkunjung ke Sumut melalui tiga pintu masuk  pada Maret 2015 mencapai 19.720 kunjungan atau  turun  9,62 % dibanding yang datang pada Februari 2015 mencapai 21.820 kunjungan.

Demikian pula jika dibandingkan dengan bulan sama tahun 2014, jumlah wisman pada Maret 2015 menurun 7,74 % yakni dari  21.374 kunjungan turun menjadi 19.720 pada Maret 2015.

“Wisman dari  Malaysia yang terbesar sebanyak 12.020 kunjungan atau 54,75 % dari total wisman yang berkunjung ke Sumut,” ujar Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut  melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut  Bismark Pardamean kepada wartawan di kantornya Jalan Asrama Medan, Senin (4/5).

Bismar  menyebutkan, penurunan jumlah wisman Maret 2015 terjadi pada semua pintu masuk yakni Bandara Kuala Namu turun  3,27 %, melalui pintu masuk Pelabuhan Belawan turun 50,52 % dan Pelabuhan Tanjung Asahan turun 5,36 %.

Secara kumulatif selama Januari-Maret 2015 jumlah wisman yang berkunjung ke Sumut melalui tiga pintu masuk mencapai 61.643 orang, berarti menurun 6,64 % dibanding jumlah wisman pada periode sama tahun 2014.

“Persentase penurunan tertinggi terjadi di pintu masuk  Pelabuhan Laut Belawan yakni  30,89 % dan Bandara Kuala Namu turun 4,42 %,sedangkan pintu masuk Tanjung Balai Asahan  naik sebesar 33,66 %,” katanya.

Bismar mengatakan, dari 10 negara pasar utama wisman Januari-Maret 2015, Malaysia masih mendominasi diikuti Singapura, Tiongkok, Jerman, Australia, Inggris dan Amerika serikat, Thailand, Belanda dan Taiwan.

Jumlah kedatangan wisman selama Januari-Maret 2015 dari 10 negara utama tersebut menunjukkan penurunan dibanding periode sama tahun sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi pada wisman asal Singapura, sedangkan yang mengalami peningkatan  wisman asal Thailand.

Bismark menambahkan, penurunan kunjungan wisman pada Maret 2015 yang mencapai 9,62 % terhadap bulan sebelumnya, merupakan penurunan kunjungan wisman untuk ketiga kalinya selama 5 tahun terakhir. Penurunan ini tidak searah dengan total kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia yakni naik sebesar 9,21 % atau dari 723.039 kunjungan  naik menjadi 789.596 kunjungan.

INFLASI 0,89 PERSEN

Sumatera Utara mulai mengalami inflasi  atau pada April sebesar 0,89 persen akibat kenaikan harga berbagai barang yang dipicu kenaikan harga premium.

"Januari-Maret, Sumut masih deflasi.Baru pada April ini mengalami inflasi 0,89 persen akibat lonjakan harga barang," kata Bismark.

Inflasi juga didorong terjadinya inflasi pada semua kota yang dijadikan IHK (indeks harga konsumen).

Medan, misalnya inflasinya paling tinggi sebesar 0,96  persen disusul Sibolga 0,58 persen, Pematangsiantar 0,56 persen dan Padangsidempuan 0,50 persen.

Di Kota Medan, inflasi dipicu naiknya semua kelompok pengeluaran mulai dari harga bahan makanan yang memberi andil 0,28 persen hingga transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Harga bawang merah di kota itu naik 25,57 persen disusul premium 6, 24 persen dan angkutan udara 5,18 persen.

"Meski sudah terjadi inflasi di  April, namun  secara kumulatif  daerah itu masih mengalami deflasi sebesar 0,85 persen," katanya. (A2/Ant/ r)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME