Ternate (SIB)- Wisatawan mancanegara tertarik untuk menyaksikan fenomena alam gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 di Tidore, Maluku Utara (Malut), karena di daerah ini mereka bisa melihat gerhana matahari total lebih lama."Sesuai hasil analisa para ahli astronomi, dari semua daerah di Malut yang terkena gerhana matahari total, di Tidore merupakan daerah yang paling lama terjadi gerhana total, yakni sekitar 20 menit," kata Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Mahifa di Ternate, Selasa.Sejauh ini sudah ada 200 lebih wisatawan dari berbagai negara, termasuk di antaranya sejumlah ahli sejarah dan ahli astronomi yang telah mendaftar melalui salah satu biro perjalanan umum di Indonesia untuk menyaksikan peristiwa alam gerhana matahari total di Tidore pada 9 Maret 2016 dan jumlah itu dipastikan akan terus bertambah.Wali Kota mengatakan, Pemkot Tidore Kepulauan akan melakukan berbagai persiapan untuk menyambut wisatawan yang akan ke Tidore menyaksikan peristiwa alam gerhana matahari total agar mereka selama berada di Tidore merasa nyaman dan tenang.Persiapan yang akan dilakukan di antaranya pembenahan akomodasi, baik hotel maupun rumah warga yang selama ini telah dikemas menjadi home stay serta pembenahan berbagai objek wisata di daerah itu, terutama yang nantinya akan menjadi lokasi wisatawan melihat gerhana matahari total.Wali Kota mengatakan, kehadiran wisatawan tersebut akan dimanfaatkan Pemkot Tidore Kepulauan untuk sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah itu, baik yang berupa pariwisata peninggalan sejarah maupun pariwisata bahari.Masyarakat di daerah yang pernah diabadikan dalam uang kertas seribu rupiah itu, untuk terus memelihara situasi kamtibmas yang kondusif, karena wisatawan tersebut dipastikan akan membatalkan kunjungannya menyaksikan gerhana total di Tidore kalau situasi kamtibmas di daerah ini terganggu.Di wilayah Malut, gerhana matahari total yang terjadi sekali dalam kurun waktu 19 tahun itu, selain di Tidore juga bisa disaksikan di Ternate, Sofifi dan Maba, Kabupaten Halmahera Timur. (Ant/y)