Legenda Mistis Batu Gantung di Pulau Samosir

- Minggu, 26 Juli 2015 20:24 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/07/hariansib_Legenda-Mistis-Batu-Gantung-di-Pulau-Samosir.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Samosir (SIB)- Selain legenda Danau Toba, ternyata ada satu lagi yang cukup mistis dari tanah Samosir yaitu Legenda Batu Gantung. Konon di sekitar area batu gantung itu dilarang mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak senonoh atau akan tertimpa sial.Dengan menaiki speed boat dari tepian Pulau Samosir, kami diajak oleh pengendara speed boat tersebut untuk melihat batu gantung. Oleh karena rasa penasaran yang tinggi, kami pun mau saat diajak untuk menepi di sebuah tebing di sisi danau Toba.Tebing tersebut memiliki ketinggian 20-30 meter dari sisi danau dan di ujung tebing kita bisa melihat sebuah batu yang menggantung di sisi tebing tersebut. Di sinilah semua mitos atau legenda batu gantung bermula.Konon dahulu kala ada seorang gadis cantik di Parapat, oleh kedua orangtuanya ia hendak dijodohkan oleh seorang pemuda. Apa dinyana, hati sang gadis telah tertambat oleh pemuda lain yang menjadi pujaan hatinya. Dia menolak ajakan kedua orang tuanya untuk menikah dengan orang lain dan lebih memilih pujaan hatinya.Karena malu sudah menolak ajakan orangtuanya, sang gadis begitu murung dan merasa kasihan kepada orangtuanya karena menjadi buah bibir di desa mereka. Selepas pulang dari sawah, sang gadis tidak langsung pulang, tetapi lebih memilih termenung di pinggiran Danau Toba dengan ditemani oleh anjing kesayangannya bernama si Gipul.Ketika malam tiba, sang gadis beranjak pulang dengan pikiran kosong. Tanpa disadari, ia tidak melihat sebuah lubang besar di jalan, lalu terperosok jatuh ke dalam lubang tersebut. Sang anjing ketika melihat majikannya terjatuh, ia menggonggong untuk meminta bantuan orang lain.Di dalam lubang, sang gadis lebih memilih untuk mati dibanding menanggung malu karena menolak lamaran orang lain. Ia pun berteriak lantang dari dalam lubang, "Merapatlah..merapatlah."Dinding lubang tersebut pun merapat dan mengubur sang gadis. Tidak berapa lama kemudian, terjadilah gempa. Tanah di sekitar Danau Toba berguguran dan hanya menyisakan seonggok batu tempat lubang sang gadis tersebut. Batu gantung tersebut bentuknya menyerupai seorang manusia.Konon di area batu gantung, pengunjung dilarang mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak senonoh karena akan membawa kesialan. (detikTravel/y)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME