Medan (SIB) - Jakarta sebagai ibukota Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi dan perlu dieksplorasi. Ditopang infrastruktur kota yang modern, wisatawan dapat dengan mudah menemukan berbagai objek wisata di Jakarta, dari wisata alam hingga objek buatan, destinasi historis, hingga aneka sarana hiburan bernuansa modern dan tempat nongkrong. Sejak 2008, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) DKI Jakarta dengan melibatkan para stakeholder industri pariwisata Jakarta dan biro perjalanan lokal gencar mempromosikan objek-objek wisata melalui Jakarta Tourism Expo (JTE) di sejumlah kota termasuk Medan pada 2015. Sayangnya, program yang diklaim mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik ke ibukota itu, akan dihentikan Pemprov DKI tahun 2016.Padahal, pameran JTE 2015 kemarin mampu hasilkan transaksi Rp2 miliar di setiap kota, belum lagi transaksi saat wisatawan datang ke Jakarta. “Penghentian JTE itu karena banyak program Disparbud yang dicoret dari APBD DKI 2016, mungkin kalian yang terakhir,†kata Kadisparbud DKI Purba Hutapea saat menerima kunjungan 10 wartawan pemenang tulisan jurnalistik JTE 2015 dari Medan, Surabaya, Pontianak, Balikpapan dan Makassar, Jumat (4/12) di kantornya Jalan Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Dengan dihentikannya program andalan untuk mempromosikan wisata Jakarta itu, kini Disparbud DKI gencar memasarkan pariwisata melalui Jakarta Smart City di media sosial. “Jakarta memang tetap akan dikunjungi, tapi promosi juga tetap harus dilakukan karena persaingan semakin ketat. Apalagi, saat ini semakin banyak penerbangan langsung dari luar negeri ke destinasi andalan di Indonesia. Ini koreksi buat kami supaya tidak sombong,†ujarnya. Ke depan, kata Purba, Disparbud lebih banyak mendorong even-even yang dikelola swasta sembari memerbaiki berbagai destinasi wisata di antaranya museum dan wisata bahari di Kepulauan Seribu. “Memang banyak program kami yang dicoret, tapi acara-acara swasta tetap berjalan. Jakarta tidak pernah sepi dari even,†katanya. Tidak dapat dipungkiri, ada banyak warga Jakarta maupun pengunjung dari berbagai daerah Indonesia yang senang berkeliling kota ini. Para wartawan pemenang tulisan jurnalistik 2015 juga berkesempatan mengunjungi sejumlah objek wisata andalan Jakarta tersebut. Difasilitasi PT Global Sarana Convex, para wartawan diajak mengunjungi Kidzania, tempat bermain anak-anak di SCBC Jakarta setelah mengunjungi kantor Disparbud DKI. Tempat yang didesain seperti kota asli itu begitu mengagumkan. Di sini, anak-anak hingga remaja dapat bermain dengan bekerja seperti orang dewasa di dunia nyata. Setelah bekerja, mereka pun menerima upah berupa uang yang diberi nama Kidzos. Puas mengelilingi Kidzania, Sabtu (5/12) pagi hingga sore, para wartawan mengunjungi wisata bahari di Kepulauan Seribu. Dipandu David, Rhezy dan Rhefy, para wartawan mengelilingi Pulau Bidadari dan Pulau Onrust seluas 7 hektare lebih. Menurut Kadisparbud DKI Purba Hutapea, Pulau Bidadari masuk dalam 10 objek wisata andalan Indonesia. Malam harinya, para wartawan pun diajak menikmati suasana malam minggu di kota tua. Keesokan harinya, Minggu (6/12), para wartawan mengunjungi Thamrin City dan dijamu Lucy Ratna selaku Public Relation and Promotion Manager. Perjalanan para wartawan berhenti di pusat belanja batik terbesar di Indonesia ini dan kembali ke kota masing-masing menggunakan Citilink dan Sriwijaya Air. (A11/d)