Mataram (SIB)- Pemerintah tidak setengah-tengah dalam menggenjot sektor pariwisata di kawasan Mandalika Resort, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dana Rp 2,1 triliun disiapkan untuk membangun infrastruktur dasar di wilayah itu.Perlu diketahui, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sempat terhenti selama 25 tahun. Kini, kawasan tersebut mulai dibangun kembali.Kawasan ini seluas 1.035 hektar dan tidak berada jauh dari Bandara Praya Lombok atau sekitar 20 menit perjalanan. Kawasan ini dikelola oleh PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (PPI) Persero atau Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pengembangan kawasan pariwisata."Kami optimistis dengan dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah pusat dan Pemprov NTB, pengembangan KEK Pariwisata Mandalika akan berjalan sesuai rencana dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat NTB pada khususnya dan juga pendorong perekonomian nasional," ujar Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer di Mandalika Resort, NTB, Sabtu (12/12).Setelah dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada April lalu, Mandalika Resort juga ditinjau oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur NTB Dr TGH. Muhammad Zainul Majdi, Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer serta jajaran komisaris dan direksi ITDC."Pada tahap awal, kami akan membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah kawasan pariwisata mulai dari akses jalan raya, air bersih, listrik, telekomunikasi dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan demikian, sebuah kawasan akan menarik bagi investor untuk turut berinvestasi dalam mengembangkan kawasan," kata Abdulbar.Dirinya menjelaskan, ITDC akan membangun infrastruktur dasar dengan biaya investasi diperkirakan mencapai Rp 2,1 triliun. Biaya investasi infrastruktur dasar tahap pertama diperkirakan sebesar Rp 250 miliar direncanakan akan berasal dari PMN, sedangkan sisanya akan diupayakan sendiri oleh ITDC dari pinjaman lunak berbagai institusi keuangan dalam dan luar negeri.Selain itu, ITDC juga bekerja sama dengan beberapa mitra strategis membangun fasilitas penyediaan air bersih dengan sistem sea water reverse osmosis (RO) dan pembangkit listrik tenaga surya (Solar PV). ITDC juga akan membangun sekolah pendidikan pariwisata bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata.Abdulbar optimistis akan dapat mulai mengoperasikan empat hotel, satu convention hall, sea water reverse osmosis, Solar PV pada awal tahun 2018. Dengan beroperasinya sejumlah proyek tersebut, diharapkan kawasan Mandalika akan menjadi pusat meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE) baru di Indonesia."ITDC berkomitmen mengembangkan KEK Mandalika dengan mengedepankan kearifan budaya lokal, serta menyontoh kesuksesan BTDC dalam mengelola kawasan Nusa Dua, Bali," terangnya."Pengembangan KEK Mandalika akan memberikan dampak positif pada perekonomian di Nusa Tenggara Barat (NTB) di antaranya akan menghidupkan perekonomian lokal dan berpotensi meningkatkan serapan tenaga kerja di sektor pariwisata," tutup Abdulbar.Seperti diketahui, Pemerintah menetapkan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor pariwisata dengan PP No. 52 tahun 2014. KEK Mandalika memiliki sejumlah potensi alam seperti Pantai Kuta, Pantai Serenting, Tanjung Aan, Pantai Kelieuw, dan Pantai Gerupuk yang dapat menjadi destinasi baru bagi wisatawan mancanegara dan domestik. (detikcom/f)