Laporan Dari AS

Gara-gara Pemiliknya Suka Bali, Hotel Ini Berubah Menjadi "Pantai"

- Minggu, 20 Desember 2015 19:11 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/12/hariansib_Gara-gara-Pemiliknya-Suka-Bali--Hotel-Ini-Berubah-Menjadi---Pantai--.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Sebuah hotel di San Diego, Amerika Serikat, memiliki nama unik, yaitu Pantai Inn. Bukan itu saja, hotel itu juga membawa nuansa Bali yang kental, tercermin dari furnitur dan dekorasinya.Pantai Inn terletak di La Jolla, kawasan pesisir di San Diego yang mengarah ke Samudera Pasifik. Perjalanan bermobil ke hotel itu dari bandara internasional San Dieogo memakan waktu sekitar setengah jam.Laurnie Durisoe, pemilik hotel, mengaku terinsipirasi oleh suasana Bali sehingga mengembangkan hotel tersebut dengan nuansa Bali."Saya pernah ke Bali dan bertemu dengan orang-orang di sana. Saya menyukai suasana Bali yang penuh dengan harmoni dan kedamaian. Orang-orang Bali ramah dan senang membantu orang lain," kata Laurnie, Kamis (10/12).Hotel itu sendiri sudah lama dibangun, yakni sejak tahun 1904. Adalah kakek Laurnie, seorang imigran dari Jerman, yang membangunnya. Sejak itu hotel tersebut  menjadi warisan keluarga.Tahun 2010, Laurnie dan adiknya melakukan renovasi besar-besaran dan membuatnya bernuansa Bali."Kebetulan adik saya seorang arsitek, dan dia menyarankan agar hotel itu dibuat bernuansa Bali.Tanpa bertanya-tanya lagi saya menyetujui. Kami memang suka dengan Bali," tutur Laurnie.Proses renovasi memakan waktu lebih dari 4 tahun untuk menyelesaikan 30 unit. Untuk memperkental nuansa Bali-nya, Laurnie mendatangkan berbagai furnitur, lukisan dan dekorasi dari Indonesia, seperti dari Bali dan Jawa. Setelah direnovasi, namanya pun diganti dari Shell Beach menjadi Pantai Inn."Orang Indonesia yang datang ke sini heran ketika menjumpai bahwa hotel ini bukan milik orang Indonesia," kata Laurnie tertawa.Bukan omong kosong jika hotel itu mengklaim sebagai "hotel yang terinspirasi oleh Bali." Salah seorang pengunjung dari Indonesia, Rizal Purnama, mengakui nuansa ke-Balian Pantai Inn."Saya merasa seperti sedang berada di Bali, lengkap dengan keindahan dan keramahtamahannya," kata Rizal.Tak heran jika Laurnie amat bangga dengan hotelnya. "Ini merupakan proyek yang sangat bermakna buat kami, dan kami amat bangga. Lewat hotel ini, warga di sekitar sini bisa mencicipi Bali dari jarak dekat," kata Laurnie yang menjadikan hotelnya sebagai sarana promosi Indonesia tersebut. (detikcom/ r)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME