Coba Wisata Arung Jeram

- Minggu, 14 Februari 2016 19:28 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir022016/hariansib_Coba-Wisata-Arung-Jeram.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Banyuwangi (SIB)- Liburan Imlek yang seru di Banyuwangi tak hanya main ke Kawah Ijen. Cobalah wisata memacu adrenalin lainnya yaitu arung jeram di Sungai Badeng.Tak hanya terkenal sebagai gunung tertua di Banyuwangi, Gunung Raung memiliki potensi yang bagus untuk wisata, khususnya wisata air. Sumber air dari Pegunungan Raung, membuat wisata air di sini berkembang bagus.Sebut saja Karo Adventure Indonesia, provider arung jeram tepat di kaki Gunung Raung, atau tepatnya di Desa Sumber Bulu, Kecamatan Songgon, memanfaatkan potensi alam air yang melimpah untuk wisata arung jeram.Karo Adventure Indonesia, memanfaatkan Sungai Badeng, yang mengalir sepanjang 13 km untuk wisata air ini. Karo Adventure Indonesia ini dibentuk oleh sekelompok pemuda Desa Sumber Bulu, Kecamatan Songgon.Awal mula Karo Adventure berdiri, mereka menggunakan ban truk untuk mengarungi Sungai Badeng. Lambat laun, sekelompok pemuda setempat ini, membeli perahu karet. Menurut mereka, arung jeram menggunakan ban (tubing) sangat berbahaya, sehingga mereka mengganti ban dengan perahu karet."Sudah 3 tahun ini kita memanfaatkan Sungai Badeng ini untuk wisata rafting. Mulai hanya punya 1 perahu karet, hingga sampai saat ini ada 11 perahu karet," ujar Wilis, salah satu pengurus Karo Adventure, Jumat (5/2).Saat ini, karyawan Karo Adventure mencapai 50 orang lebih. Seluruhnya diambil dari masyarakat sekitar. Uniknya, secara bergiliran, karyawan bisa menjadi pengurus ataupun tingkatan Manager. Masing-masing karyawan wajib punya sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) khusus untuk skiper river guide."Wajib bagi karyawan untuk sekolah tentang rescue. Karena yang kita bawa ini nyawa. Dan saya yakin di Banyuwangi hanya Karo yang memiliki sertifikasi itu di wisata arung jeram. Kami mencontoh daerah lain. Kita profesional," ucap Willis.Tak hanya memanfaatkan aliran Sungai Badeng yang deras, tambah Wilis, karyawan Karo Adventure juga memelihara aliran sungai ini. Caranya, mereka melakukan penanaman pohon di sepanjang pinggir aliran sungai dan membersihkan sampah yang mungkin hanyut."Bersama dengan Dinas PU Pengairan dan Perhutani kita jaga kawasan aliran Sungai Badeng untuk kelangsungan wisata arung jeram ini," katanya.Sementara itu, Yusuf, Direktur Karo Adventure Indonesia mengaku pendapatan wisata air tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Ini digunakan untuk kesejahteraan karyawan, perusahaan dan lingkungan sekitar."Untuk libur panjang kita bisa tembus 1.000 pengunjung. Kalau weekend biasa antara 150 sampai 200 orang," ujarnya. (detikTravel/f)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME