Medan (SIB) -Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat bersama istri dengan adat tradisi Jawa memasuki rumah kontrakan barunya di Jalan Kartini No 6 Medan, Kamis (1/3) sebagai bentuk meleburnya dirinya menjadi bagian dari warga Sumatera Utara."Dengan menempati rumah kontrakan ini maka saya dan istri tidak perlu lagi tinggal di hotel seperti yang selama ini saya jalani. Jadi kepada Pak Kepling di lingkungan Jalan Kartini ini, saya mau lapor Pak, bahwa saya sudah menjadi warga Bapak dan siap untuk turut dengan aturan Pak Kepling," ucap Djarot kepada Kepling yang kebetulan juga hadir dan turut maju ke depan.Para undangan dan relawan serta pendukung Djarot-Sihar yang hadir pun ramai-ramai tertawa mendengar ucapan Djarot disertai tepuk tangan riuh. Djarot yang maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) bersama Sihar Sitorus mengatakan bahwa rumah tersebut adalah rumah hunian dan bukan posko pemenangan."Sebelumnya di Blitar juga demikian. Saya tidak punya rumah, tetapi saya mengontrak rumah. Setelah terpilih menjadi Wali kota maka saya menempati rumah dinas, hingga dua periode saya baru bisa membangun rumah," jelasnya.Acara memasuki rumah yang digelar sederhana itu dihadiri Sihar Sitorus, Trimedya Panjaitan, Junimart Girsang, Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih, Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution, Leo Nababan, tokoh masyarakat H Syamsul Arifin, Sanggam SH Bakara, Ketua Pendawa (Persatuan Pemuda Jawa) Sumut Ruslan SE, Roy Fachraby Ginting dan lainnya.Djarot menambahkan, rumah baru tersebut nantinya akan menjadi kediamannya bersama keluarga. Di sela-sela acara syukuran rumah hunian tersebut, Djarot mengatakan dengan tinggal di Medan dia dapat menyatu dengan seluruh masyarakat Sumut."Dan mewakafkan diri untuk maju berjuang membangun masyarakat Sumut. Karena sangat peduli dengan kondisi Sumut saat ini," ujarnya.Sementara itu, tokoh masyarakat Sumut H Syamsul Arifin mengatakan dia kaget mengetahui Djarot tinggal di Kota Medan, terlebih di rumah yang beralamat di Jalan Kartini nomor 6.Mantan gubernur Sumut tersebut mengatakan di rumah itulah dulunya dia diberangkatkan menjadi gubernur dan menang pada Pilkada sebelumnya."Jadi ada yang berulang, yang dulu terulang lagi sekarang, yang sekarang akan terulang nanti," paparnya.Syamsul mengucapkan selamat kepada Djarot yang memilih tinggal di Medan. Dia berharap kemenangan yang dulu yang pernah diraihnya saat tinggal di rumah yang di tempati Djarot saat ini dapat terjadi lagi.Pilkadasu BermartabatKetua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Sumut Rajamin Sirait SE MMin mengatakan, partainya ingin Pemilihan Kepala Daerah Sumut (Pilkadasu) berlangsung dengan bermartabat hingga melahirkan pimpinan yang bermartabat dan dicintai rakyat. "Cara bermartabat adalah dengan mengambil hati rakyat secara transparan. Maksudnya, tidak mengimingi publik dengan janji-manis semata atau menyelipkan bingkisan 'sesaat'," ujarnya kala menghadiri syukuran rumah Djarot Saiful Hidayat di Medan, Kamis (2/3).Ia menunjuk langkah yang dilakukan Dato Sri Lelawangsa Syamsul Arifin SE kala berlaga di Pilkadasu di mana rakyat memilih mantan Bupati Langkat itu secara menohok. "Syamsul Arifin pada perjalanannya menjadi representasi warga Sumut. Hingga kini, setelah tidak lagi menjadi gubernur, pria yang menjadi Sahabat Semua Suku masih dicintai publik. Artinya, ketika berlaga di Pilkadasu, ia melakukan hal-hal bermartabat hingga tak dapat dilupakan rakyat," tegasnya.Ia sependapat jika isu SARA jangan menjadi bahan kampanye karena dapat berakibat fatal. Rajamin Sirait mencontohkan Pilkada yang membaurkan isu SARA dengan politik berujung 'perpecahan' dan sulit mengobati lukanya. "Partai Berkarya Sumut ingin Pilkadasu bermartabat," ujarnya sambil mengatakan memasuki Pemilu 2019 pun pihaknya ingin semua konstituen tidak membawa isu SARA.Menyambut Pemilu 2019, Partai Berkarya Sumut sudah siap dengan segala sesuatunya. "Tetapi yang utama adalah penyiapan kader yang bermartabat. Program yang disampaikan benar-benar menyentuh rakyat," tutupnya. (R18/R10/h)