Maˊruf Amin Dilaporkan ke Bawaslu Soal Pernyataan ˋBudek-Butaˊ

* Maˊruf: Nggak Menyinggung Kok Minta Maaf
- Kamis, 15 November 2018 19:54 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir112018/hariansib_Ma--714-ruf-Amin-Dilaporkan-ke-Bawaslu-Soal-Pernyataan---715-Budek-Buta--714-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Maˊruf Amin

Jakarta (SIB) -Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dilaporkan ke Bawaslu RI terkait pernyataan 'budek-buta' bagi mereka yang tidak bisa melihat prestasi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Pernyataan itu diduga melanggar UU Pemilu.

Pelapor Bonny Syahrizal didampingi Advokat Senopati 08. Pelapor mengaku sebagai bagian dari Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) yang merupakan sayap Partai Gerindra.

Bonny menyebut pernyataan Ma'ruf Amin itu melanggar UU Pemilu Pasal 280 junto 521 ayat 1, butir c, d dan e, juncto pasal 521. Ancaman hukuman 24 bulan. Ia diduga melakukan penghasutan terhadap perseorangan ataupun masyarakat serta mengganggu ketertiban umum.

"Sehubungan dengan pernyataan paslon Cawapres nomor urut 01 yaitu yang kita hormati dan kita memuliakan Kyai Haji Ma'ruf Amin, di mana telah menimbulkan banyak kritikan dan protes keras yaitu tentang ucapannya soal budek atau tuli, buta atau tidak melihat. Beliau katakan bahwa orang yang tidak mendengar pencapaian pembangunan presiden Jokowi orang tidak melihat disebut tuli dan buta," kata Bonny, di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Menurutnya pernyataan itu menyinggung kaum disabilitas karena menjadi objek pembicaraan. Bonny menduga pernyataan tersebut juga menghina kaum disabilitas oleh karenanya dia terpacu untuk membuat laporan.

"Sudah banyak protes juga dari tokoh-tokoh masyarakat dan elemen yang sangat kecewa terhadap ucapan beliau tersebut, dengan patut diduga telah melakukan penghinaan terhadap para penyandang disabilitas dan menjadikannya bahan pembanding atau ejekan di dalam narasi politiknya. Kami duga beliau melakukan penghasutan terhadap perseorangan ataupun masyarakat serta mengganggu ketertiban umum," ujarnya.

Untuk mendukung laporannya, ia membawa 3 dokumen berita dari media online. Serta video pernyataan dari salah satu penyandang disabilitas yang kecewa dengan pernyataan Ma'ruf.

Sebelumnya Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin menjelaskan istilah 'buta-budek' yang sempat dilontarkannya. Dia menjelaskan maksud 'buta-budek' itu merujuk pada pihak yang tak bisa melihat prestasi pemerintahan Jokowi.

"Kalau ada orang yang mengingkari kenyataan, apa yang telah dilakukan oleh Pak Jokowi. Kalau (ada) ya. Saya nggak nuduh siapa-siapa, kalau namanya kalau. Ya, apa yang sudah dilakukan, misalnya infrastruktur, jalan-jalan, lapangan terbang, pelabuhan, pendidikan, fasilitas kesehatan. Kalau mengingkari itu semua, itu kan kayak orang buta. Nggak melihat dan kayak orang budek, jadi saya tidak menuduh," kata Ma'ruf Amin kepada wartawan di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/11).

Ma'ruf mengatakan, kian hari makin banyak pihak yang mendeklarasikan dukungan ke pasangan nomor urut 01. Hal itu, kata dia, merupakan bukti nyata bahwa masyarakat tidak 'tutup mata' akan pencapaian kinerja Jokowi.

"Saya bilang sekarang orang mulai menyadari itu karena itu tiap hari ada deklarasi. Tidak ada hari tanpa deklarasi. Di mana-mana, Bandung, Jakarta, di Banten, terutama di Jabar, itu deklarasi terus bergulir. Artinya, orang sudah sangat memahami itu, merasakan kemaslahatan dan kemanfaatannya. Jadi yang budek itu kalau ada orang yang tidak menerima itu atau tidak mau mengakui itu kayak orang budek, kayak orang buta. Itu aja," jelasnya.

Kok Minta Maaf

Ma'ruf Amin menegaskan dirinya tidak sedang menyinggung kaum difabel terkait diksi 'budek-buta'.

"Nggak menyinggung mereka kok minta maaf, begimana. Kecuali saya menyinggung. Saya nggak menyinggung siapa-siapa," tegas Ma'ruf di Kediaman Ma'aruf Amin, Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Ma'ruf menyebut pernyataan 'budek-buta' bukan soal fisik. Dia kembali menjelaskan maksud sebenarnya dari diksi 'budek-buta' yang dipakainya saat mengkritik orang yang tidak bisa melihat prestasi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wapres Jusuf Kalla (JK).

"Lah kan bukan budek dalam arti fisik. Budek-buta itu kan dia melihat tapi tidak melihat. Dia mendengar tapi tidak. Jadi bukan artian fisiklah. Kan sudah pernyataan dari pihak pembela itu. Itu nggak ada masalah," sebut Ma'ruf. (detikcom/h)


Tag:

Berita Terkait

Pemilu

Sarang Narkoba di Mual Mas Bilah Hulu Digerebek, Gubuk Sabu di Lahan Sawit Dibakar

Pemilu

Sidang Dugaan Korupsi Lahan Eks PTPN II, Enam Saksi Tegaskan Skema KSO

Pemilu

Pengendara Bawa Sabu Ditangkap Polisi Setelah Dibuntuti

Pemilu

Pencarian Korban Banjir Dipertanyakan Warga Sibabangun

Pemilu

Terekam CCTV, Diduga Hendak Marampok, Tiga Penjahat Aniaya Seorang Pria di Belawan

Pemilu

HUT ke-42 Punguan Manik Tebingtinggi Ajak Rajut Kebersamaan dan Pererat Persaudaraan