Tanjungpinang (SIB)- Belasan anak yang orang tuanya bekerja sebagai pemulung di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mengikuti program pendidikan gratis yang dilaksanakan Komunitas Bakti Bangsa."Ini merupakan hari pertama kami mengabdi," kata pengajar muda Komunitas Bakti Bakti Bangsa Tanjungpinang, Rasmiayu Ferdiansyah, Minggu.Sebanyak enam pengajar muda mengajar siswa sekolah dasar itu di teras Masjid Al Husein KM 8 Tanjungpinang. Selain anak-anak itu, belasan anak-anak yang tinggal di Perumahan Indonusa Lestari juga mengikuti pendidikan tersebut."Orang tua mereka mengantarnya. Sebagian melihat anak-anaknya yang sedang belajar hingga selesai," ujarnya.Rasmiayu yang lolos seleksi masuk Komunitas Bakti Bangsa setelah mengikuti Latihan Kader I Pengajar Muda 2013, menambahkan, para pengajar tidak hanya memberi pendidikan umum, melainkan juga moral, kedisiplinan dan agama. Anak-anak didorong untuk giat belajar, menghormati orang tua, disiplin waktu dan rajin beribadah."Kami berniat mendorong anak-anak menjadi cerdas dan bermoral. Sebelum memulai kegiatan belajar, anak-anak yang beragama Islam diwajibkan berwudhu," ungkap mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji.Hal senada dikatakan pengajar muda Komunitas Bakti Bangsa Tanjungpinang, Adventi Veronika. Ia menambahkan, para orang tua, pengurus RT setempat dan pengurus Masjid Al Husein menyambut baik program pendidikan gratis yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu pagi hingga siang."Kami menanamkan nilai-nilai kebaikan untuk anak-anak itu, dan membentuk karakter mereka," ungkapnya, yang juga menjadi pengajar muda setelah mengikuti Latihan Kader I Pengajar Muda tahun 2013.Veronika mengemukakan, pendidikan gratis merupakan program Gerakan Tanjungpinang Mengajar yang juga dilaksanakan di Sei Nyiri, dan pernah dilaksanakan di Kampung Kelam Pagi, Dompak, Tanjungpinang."Teman-teman pengurus Bintan juga melaksanakan program Gerakan Bintan Mengajar di Wakcopek. Dua tahun lalu senior-senior kami di organisasi juga pernah mengajar anak-anak kurang mampu di Tanjung Kapur, Bintan," ucapnya, yang juga mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji. (Ant/q)