Kemdikbud Buka Kesempatan Guru Jadi Instruktur Nasional

- Senin, 20 Januari 2014 13:05 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib_Kemdikbud-Buka-Kesempatan-Guru-Jadi-Instruktur-Nasional.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/int
Jakarta (SIB)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka kesempatan bagi guru-guru terbaik di sekolah, baik negeri maupun swasta untuk menjadi instruktur nasional."Instruktur nasional ini nantinya yang akan melatih guru-guru sasaran mengenai Kurikulum 2013," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (Kepala BPSDMP dan PMP) Kemdikbud Syawal Gultom di Jakarta, Jumat.Kemdikbud membuka kesempatan bagi para guru untuk menjadi instruktur nasional hingga 26 Januari. Sampai saat ini, terdapat sekitar 27.000 guru yang mendaftar."Dibutuhkan sekitar 33.000 instruktur nasional. Jadi bagi guru-guru berprestasi di sekolah dipersilahkan mendaftar diri atau juga didaftarkan."Bagi guru-guru terbaik yang berminat, lanjut dia, sekolah bisa mengajukan ke Dinas Pendidikan setempat dan juga melalui internet.Instruktur nasional yang dibutuhkan berdasarkan jenjang pendidikan yakni SD sebanyak 14.707, SMP sebanyak 10.107, SMA sebanyak 5.300, dan SMK 2.940 guru.    Nantinya para instruktur nasional itu dilatih oleh narasumber yang berasal dari berbagai kalangan mulai dari dosen, guru, hingga tim pengembangan kurikulum.Setelah itu, instruktur nasional kemudian melatih guru sasaran berdasarkan tingkatannya. Misalnya untuk sekolah dasar, maka pelatihannya di tingkat kecamatan, SMP di tingkat kabupaten, dan SMA/SMA di tingkat provinsi."Guru sasaran mendapat pelatihan di Tempat Pelaksana Kegiatan (TPK). Satu TPK bisa melatih guru dari 25 hingga 40 sekolah," terang dia.Pelatihan itu dilakukan karena penerapan kurikulum 2013 diterapkan secara keseluruhan mulai tahun ajaran 2014/2015."Pelatihan sendiri akan dilakukan pada Maret hingga Juni," katanya.Dia menambahkan Kemdikbud mempersiapkan pelatihan tersebut sebaik-baiknya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.Sementara guru inti yang pada tahun sebelumnya juga melatih para guru, Syawal mengatakan guru tersebut tidak lagi melatih karena terjadinya penyimpangan penyampaian di lapangan."Jika para guru inti ingin menjadi instruktur nasional, maka silahkan mendaftar," imbuh dia.Sementara untuk guru agama, maka pelatihannya akan diselenggarakan oleh Kementerian Agama.Instruktur Nasional-Guru Inti BerbedaSyawal Gultom mengatakan perekrutan instruktur nasional untuk Kurikulum 2013 berbeda dengan perekrutan guru inti."Berbeda dengan tahun yang lalu, karena sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ini sebanyak 270.000 sekolah, sedangkan tahun lalu hanya 6.000 sekolah," ujarnya. Guru inti adalah guru yang mendapat pelatihan mengenai Kurikulum 2013. Setelah itu guru inti melatih guru sasaran, namun di lapangan justru tidak efektif karena kerap terjadi penyimpangan penyampaian."Tahun lalu hanya 6.000 sekolah. Jadi ya guru yang diambil sebagai guru inti, berasal dari sekolah itu saja. Berbeda dengan tahun ini. Lebih banyak pilihan," kata dia.Pada tahun ini, guru inti tersebut ditiadakan. Sebagai gantinya pelatihan bagi guru sasaran diberikan oleh instruktur nasional. Instruktur nasional dilatih oleh narasumber yang berasal dari pusat.Kemdikbud membuka kesempatan bagi guru berprestasi di sekolah untuk menjadi instruktur nasional. Kemdikbud membutuhkan sekitar 33.000 instruktur nasional.Instruktur nasional yang dibutuhkan berdasarkan jenjang pendidikan yakni SD sebanyak 14.707 guru, SMP sebanyak 10.107, SMA sebanyak 5.300, dan SMK 2.940 guru.  (Ant/f)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan Nuriani Sinurat di Samosir

Pendidikan

Ketua Komisi D DPRD Sumut Desak Status Ribuan Guru Honorer Segera Diperjelas

Pendidikan

Ekspor Sumut Januari 2026 Tembus 1,007 Miliar Dolar AS

Pendidikan

Polres Samosir Gelar Rekonstruksi di Lapas Kelas III Pangururan, Wartawan Tidak Boleh Bawa Handphone

Pendidikan

Penrad Siagian Bongkar Ketimpangan Pendidikan di Kepulauan Nias

Pendidikan

Kunjungan Kerja Ke Tebingtinggi, Mendag Santoso : Harga Sembako di Pasar Masih Normal