Medan (SIB)- Kopertis Wilayah I Sumut berhasil menyelamatkan mahasiswa UISU, terutama dari Fakultas Kedokteran. Mulai kemarin, Senin (20/1), kembali aktif mengikuti perkuliahan yang sempat terhenti selama 50 hari akibat terjadi gejolak yang menuntut kepastian status mereka sebagai mahasiwa dan keabsahan ijazah yang telah dan bakal diterima sebagai tanda kelulusan dari perguruan tinggi swasta yang sempat terjadi kubu-kubuan. Mereka kini telah menyatu dalam satu badan hukum, UISU Medan.Ketua Pelaksana Fakultas Kedokteran UISU Prof.Dr.Effendi Barus, MA, Ph.D dalam keterangannya Minggu (19/1) saat menyaksikan pembersihan seluruh ruangan dan pekarangan kampus induk FK UISU Jl.SM.Raja No 2A, mengakui perkuliahan para mahasiswa FK UISU sempat terhenti selama 50 hari.“Perkuliahan bagi semua mahasiswa Fakultas Kedokteran di kampus induk Jl.SM.Raja No.2A (depan PDAM Tirtanadi) mulai aktif seperti sediakala dengan tetap diawasi pihak keamanan dari Kepolisian guna menghindari hal-hal tidak diinginkan,†kata Prof. Effendi Baru sambil menghimbau semua dosen Fak.Kedokteran UISU untuk menghadiri rapat Rabu (22/1) sore untuk membicarakan kelanjutan proses perkuliahan yang sempat terhenti itu.Prof.Effendi Barus didampingi Rizal dari Gubernur FK UISU, juga mengakui, proses aktifnya kembali perkuliahan di FK UISU tidak terlepas dari peran dan kerja keras Kopertis Wilayah I Prof. Dr. Dian Armanto, M.Si bersama Rektor UISU Medan Dr.Ir.Muh. Assad, M.Si dengan mendaftarkan seluruh mahasiswa UISU ke DIKTI.Seluruh mahasiswa UISU telah didaftarkan ke DIKTI melalui Evaluasi Program Study Berdasarkan Evaluasi Diri (EPSBED) atau Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) DIKTI Kemendikbud RI, 8 Januari lalu, dan kini sudah diterima dan diakui sebagai mahasiswa UISU Medan. Kejelasan faktanya bisa diakses di Website DIKTI atau di laman Kopertis Wilayah I Sumut.Dalam surat DIKTI Kemendikbud RI itu juga ditegaskan, bila perkuliahan tidak terlaksana di bawah UISU Medan, maka EPSBED mahasiswa tersebut akan dicoret kembali oleh Dirjen DIKTI. “Karena itu perlu dukungan orangtua dan mahasiswa itu sendiri demi terlaksana perkuliahan secepatnya dan berjalan normal seperti biasa,†katanya dengan meminta Kopertis Wilayah I dan Rektor UISU Medan untuk segera memproses pelaksanaan perkuliahan di kampus induk Jl.SM.Raja Teladan (Kampus Pusat) secepatnya sehingga UISU kembali menyatu secara menyeluruh dalam satu nama yaitu UISU Medan.Sebelumnya mahasiswa FK UISU Jl.SM Raja Medan melancarkan aksi unjukrasa dengan tuntutan antara lain, segera daftarkan mereka ke EPSBED Dikti, segera menyatu dengan UISU yang sah, berhentikan para dekanat FK, segera jalankan perkuliahan dan audit keuangan. (R4/d)