ˋPendidikan dan Berpikir Visioner Kunci Indonesia Majuˊ

- Senin, 12 November 2018 21:10 WIB

Bantul (SIB) -Pendidikan merupakan sektor vital yang harus dibenahi di Indonesia. Pendidikan juga menjadi kunci agar Indonesia bisa semaki maju dan mampu bersaing dengan negara lain. Hal tersebut dikatakan oleh Dato' Sri Tahir saat mengisi kuliah umum bertemakan "Kemiskinan, Filantropi dan Pemberdayaan Masyarakat" yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, DIY, Rabu (08/11).

Ia menuturkan, Indonesia merupakan bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alam. Namun, kekayaan tersebut seakan hilang jika melihat kondisi bangsa Indonesia yang masih tertinggal dengan negara lain. Untuk itu, bersamaan dengan membangun pendidikan, masyarakat Indonesia juga harus berpikir visioner.

"Pendidikan adalah cara untuk mengubah nasib suatu bangsa. Jika Indonesia mau maju, maka harus ada perubahan pada pendidikan Indonesia," kata Tahir yang juga merupakan pendiri Tahir Foundation ini.

Ia pun menjelaskan, ada beberapa cara bagaimana perguruan tinggi (PT) sebagai lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan akademisi menjadi lebih baik. Cara tersebut di antaranya, PT harus bisa membuat suatu kurikulum yang berguna dalam jangka waktu lama, bahkan hingga 20 atau sampai 40 tahun mendatang.

Selain itu, PT harus bisa membuat kerjasama dengan berbagai industri untuk menerapkan ilmu yang sudah dipelajari oleh mahasiswa. Pun dengan penelitian yang terlah dilakukan oleh mahasiswa juga harus dapat diterapkan.

"Penelitian itu suatu keharusan yang dilakukan oleh perguruan tinggi, walaupun penelitian menghabiskan dana banyak dan memakan waktu lama, tapi saya yakin suatu saat penelitian itu pasti berguna kedepannya, jangan hanya mau hasil yang bagus tanpa ada usaha yang panjang," kata Tahir.

Ia pun menyayangkan, jika masih ada PT yang hanya menghasilkan banyak sarjana. Namun, tanpa mengedepankan kajian ilmu pengetahuan.

"Jangan sampai perguruan tinggi meluluskan mahasiswanya tiap tahun tanpa ada hasil, selama dia menjalani proses pendidikan yang maksimal," ujarnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa agar dapat berpikir untuk menciptakan dan melakukan suatu hal yang baru. "Kekayaan yang besar akan mendatangkan kewajiban yang besar pula," katanya. (Rol/l) 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Pendidikan

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Pendidikan

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Pendidikan

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Pendidikan

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Pendidikan

Almisbun Desak Kejati Sumut Tindaklanjuti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT LTS