Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Wisuda Sarjana di Silangit

Prof Dr Syawal Gultom MPd: Wisuda/ti Harus Mampu Hadapi RI 4.0

* Rektor: Tahun 2020 UNITA Siap Tingkatkan Sistem Tri Dharma PT
- Senin, 10 Desember 2018 20:09 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir122018/4657_Prof-Dr-Syawal-Gultom-MPd--Wisuda-ti-Harus-Mampu-Hadapi-RI-4-0.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Bongsu Batara Sitompul

Tapanuli Utara (SIB) -Wisuda Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (Unita) kali ini menarik perhatian dengan menghadirkan Rektor Unimed, Prof Dr Syawal Gultom MPd dengan pidatonya yang bertajuk "Daya Saing Lulusan Perguruan Tinggi (PT) Pada Era Industri 4.0"

"Wisuda/ti harus mampu menghadapi tantangan pada zamannya di era Revolusi Industri (RI) 4.0 dan tidak bisa menghindari tuntutan yang memaksa untuk lebih kreatif, inovatif, serta selalu melakukan pengembangan kompetensi yang dimiliki yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman,"kata Rektor Unimed mengawali pidatonya pada acara Wisuda Sarjana XXXV (tahap I) Tahun Ajaran 2018/2019 di Lapangan Kampus UNITA, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Taput, Kamis (6/12)

Syawal mengutarakan, prespektif pendidikan dalam era RI 4.0 memunculkan tantangan baru di antaranya adanya perubahan perilaku pada generasi dalam konteks pembelajaran, hal itu diakibatkan oleh potensi distraksi yang cukup tinggi pada setiap individu dan information overload (kondisi dimana seseorang menjadi sulit memahami isu) sampai tak terverifikasi

Dikatakan RI 4.0 menuntut perubahan sistem pendidikan maka para wisudawan/ti harus menyiapkan workskill (keahlian kerja) yang dibutuhkan menghadapi RI 4.0 dengan merubah paradigma pendidikan yang berorientasi kepada kebutuhan berfokus pada knowledge production (industry berbasis pengetahuan) dan innovation applications of knowledge (aplikasi inovasi pengetahuan) sehingga harus mampu merencanakan teknik pembelajaran yang inovatif

Dijelaskan, PT harus berbasis pada output dan berbasis pada mutu dengan mutu replikasi hasil-hasil riset intelektual kampus dan publikasi-publikasi bereputasi nasional dan internasional dimana organisasi pendidikan seperti PT harus juga mampu mengambil peran aktif dalam mengawal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kesehatan, penegakan hukum, pengembangan ekonomi dan berbagai sektor lainny

"Orang-orang yang sukses pada tahun 2025 nanti adalah lulusan PT yang berbasis pada mutu dan pasar, jadi siapa yang tidak mampu mengikuti zaman, maka dengan sendirinya ia akan tersingkir, sebaliknya yang mampu mengikuti zaman dan memiliki intelektual maka ia akan mendapat peluang kerja,"ungkap Syawal

Syawal Gultom jebolan Doktor Universitas Negeri Jakarta itu berharap agar segenap lulusan yang diwisuda tetap mampu bersaing, dan tetap tegar menghadapi tantangan dunia kerja yang perubahannya sangat cepat

Seluruh kompetensi yang disampaikan sebelumnya katanya hanya dapat berkembang dan terawat dengan baik apabila memiliki 3 hal, yakni, etos belajar, keterampilan berbahasa Inggris dan keterampilan memanfaatkan IT (Teknologi Informasi) dan ICT (Teknologi Informasi Komunikasi)

Dengan tiga kunci ditambahkannya lagi, wisudawan/ti dapat berselancar mengikuti berbagai perubahan dan tidak ada masalah andaikan muncul pekerjaan baru RI 5.0 dan seterusnya

"Apabila para wisudawan/ti memiliki ketiga kata kunci tersebut ditambah keahlian mayor maka pemenang akan jatuh kepada para wisudawan/ti dalam persaingan di era revolusi industry,"ucapnya

Dengan demikian lanjut Syawal, dengan kompetensi yang dimiliki wisudawan/ti maka harus menjadi pembeda pada lingkungan dengan perbedaan paling mendasar adalah cara berpikir yang terstruktur untuk produktif yang pada akhirnya dapat menghasilkan karya nyata kepada para wisudawan sendiri maupun masyarakat di sekitar

Di bagian lain ia berharap juga, alumni Unita harus seperti bunga-bunga kecil yang selalu memberi arti dan manfaat kepada sesama sepanjang hidupnya. "Bekerjalah dengan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara Indonesia, bukan untuk diri sendiri maka karir akan meningkat,"ujarnya

"Selamat diwisuda menjadi persembahan terbaik dari Unita, selamat berkarya dan selamat berjuang sebagai ilmuwan yang mengabdi, dan pengabdi yang ilmuwan,"tandas Syawal

Pada Kesempatan itu juga Ketua Lembaga Layanan Dikti Wilayah I Prof Dian Armanto menyampaikan, dengan adanya kerjasama atau MoU antara Unita dengan Unimed, diharapkan di tahun depan ada satu program pendidikan di Unita mendapatkan akreditasi A.  Akreditasi institusi dan Prodi adalah hal yang menentukan perguruan tinggi itu bermutu atau tidak

Selain itu juga, PT juga dinilai dari SDM dimana dosennya berkualifikasi gelar Doktor idealnya 40 % dari seluruh dosen yang mengajar di PT itu. Selain itu juga dilihat juga dari aspek kemahasiswaan.  Dalam hal ini berkaitan bakat kesenian dan olahraga. Selanjutnya,  dinilai juga dari hasil penelitian dan pengabadian ke masyarakat,terang terang Prof Dian

Prof Dian juga mengungkapkan, supaya para wisudawan/ti harus menjadi orang sukses dan orang kaya. Kriteria orang kaya empat aspek yakni,  kaya harta,  kaya tahta,  kaya hati dan kaya ilmu

"Saya kira itu penting sekali dan para Alumni Unita yang diwisuda sekarang harus menjadi orang sukses dan kaya raya. Untuk mencapai kesuksesan harus menerapkan sikap jujur, disiplin, bergaul dan mendapatkan dukungan penuh dari pasangan hidup,"jelasnya

Sebelumnya Rektor Unita, Ir Adriani Siahaan MP menyampaikan, Unita telah berada ditengah masyarakat Tapanuli sejak mulai berdiri tahun 1987 yang didirikan oleh Bapak Dr GM Panggabean (Alm) dengan menyandang nama Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII untuk membawa pendidikan ke Tapanuli agar rakyat Tapanuli keluar dari kemiskinan dan menjadikan masyarakat Tapanuli dapat lebih bangkit dan berjaya, ikut serta di dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara

Kedepan kata Rektor, Unita akan terus berbenah diri terutama dalam penjaminan mutu akademik, sesuai dengan ketentuan Sistim Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang mengacu ke standard nasional yang sudah ditetapkan Dikti di bidang Tridarma PTbaik dalam pembelajaran, peningkatan jumlah penelitian dan pengabdian masyarakat

Ditambahkannya, Penilaian "B" yang diterima Unita untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada tahun 2017 lalu menyusul Akreditasi Program Studi (Prodi) yang juga mendapat rata-rata Akreditasi Prodi rata-rata B menjadi modal dan tantangan bagi Unita untuk siap dijajarkan dengan PT yang ada di kota.

Dikatakan, mulai awal tahun 2019 yang akan datang Dikti akan memberlakukan Instrument Akreditasi Program Studi (IAPS)  versi 4.0 dimana pengukuran mutu dititikberatkan pada aspek proses, output, dan outcome dengan menggunakan 9 kriteria.

Untuk itu lanjut Rektor, Unita akan bersiap diri untuk memenuhi re-akreditasi pada tahun 2020 melalui peningkatan sistim pada setiap kegiatan Tridharma PT dimana sistim pembelajaran Unita telah merujuk kepada Permenristek nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).

Dijelaskan, Unita telah menerapkan kurikulum yang berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sesuai Perpres nomor 8 tahun 2012 dan tetap fokus pada peningkatan mutu akademik melalui analisis dan evaluasi secara rutin yang dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Unita.

Untuk itu ditambahkannya lagi, Unita telah melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kegiatan penelitian pengabdian guna untuk mendekatkan diri pada pemecahan masalah masyarakat sekitar Tapanuli.

"Hingga sekarang kegiatan pengadian masyarakat masih berlangsung melalui Program Desa Binaan Unita dengan melakukan pembenahan terhadap satu desa sekitar kawasan Danau Toba yang akan menjadi model desa yang berkarya baik dalam bidang pertanian dan lebih maju secara ekonomi dengan mengadakan penelitian mahasiswa dan Dosen di desa tersebut serta melakukan pembibitan tanaman dan membagi bibit tanaman kepada masyarakat,"pungkasnya.

Sebagai Universitas yang berada di sekitar kawasan Danau Toba, Unita siap membenahi pintu gerbang masuknya para tamu baik wisatawan mancanegara ataupun dari lokal melalui Bandara Silangit yang berada tepat di depan Kampus Unita karena akses masuk keluar lebih mudah, sehingga berpeluang terbuka untuk kerjasama dengan dunia luar untuk pengembangan pendidikan di Tapanuli tercinta ini.

Selainnya itu katanya Unita juga siap menjadi mitra pemerintah untuk menata dan menjadikan Danau Toba sebagai kawasan wisata bertaraf Internasional dimulai dari SDA nya, pembinaan karakter anak-anak SD hingga SMA agar terlatih menjadi tuan rumah yang dapat menjual keindahan dan nilai budaya adat istiadat sebagai suguhan yang menarik para wisatawan.

"Unita tetap menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta seperti dalam penghijauan lingkungan kampus Unita telah menjalin MoU dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Asahan Barumun dengan penanaman tanaman pohon multi fungsi di Unita seluas 10 hektar hingga saat ini secara rutin pemeliharaan tanaman tersebut masih dilakukan bersama oleh Fakultas Pertanian Unita dengan tim BPDAS,"tandas Rektor.

Adapun lulusan Unita yang diwisuda sebanyak 252 dengan perincian, 17 orang dari Fakultas Pertanian, 55 orang dari Fakultas Ekonomi, 38 orang dari Fakultas Hukum, 41 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Matematika, 52 orang dari FKIP Prodi Bahasa Indonesia, 40 orang dari FKIP Prodi Bahasa Inggris dan 9 orang dari FKIP Prodi PPKN.

Wisudawan Indeks Prestasi (IP) terbaik diraih oleh Rayon Lumbanbatu SPd dengan IPK 3,89 dari FKIP Prodi Bahasa Indonesia dan wisudawan termuda diraih oleh Novalia S Manik SPd dari FKIP Prodi Bahasa Indonesia dengan usia 21 tahun.

Kepada kedua alumni terbaik dan alumni termuda diundang kedepan didampingi orangtua dan pemberian cinderamata yang diserahkan oleh Ketua Lembaga Layanan Dikti Wilayah I Sumatera Utara Prof Dian Armanto MPd  MA MSc Ph.D dan Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd disaksikan para orang tua dan keluarga wisudawan/ti yang memenuhi Lapangan Kampus Unita.

Sementara, Asisten I Pemkab Taput Parsaoran Hutagalung dalam sambutannya menyampaikan, kiranya para Alumni Unita yang diwisuda saat ini bisa menciptakan peluang kerja. Di tengah - tengah masyarakat,  bukan Indeks Prestasi (IP)  yang dilihat tetapi karakter.

"Kalau kita gampang menyerah berarti kita tidak punya karakter. Para Alumni harus memiliki cara pikir yang kreatif yang artinya kita harus mampu menyelesaikan sesuatu dengan baik. Apalagi saat ini Kawasan Danau Toba telah ditetapkan Pemerintah sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Dampaknya akan sangat besar bagi kita warga Tapanuli dan pastinya akan banyak menyerap tenaga kerja. Mampu kita bersaing untuk itu,  " tuturnya

Dengan peluang ini,  ia menegaskan, nantinya akan banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan di wilayah Tapanuli ini. Salah satu contoh Kabupaten Badung Provinsi Bali, hanya memanfaatkan pariwisatanya bisa menghasilkan PAD setiap tahunnya Rp 5,1 triliun atau setara dengan 4 tahun APBD Taput.

"Oleh karena itu generasi muda di Tapanuli ini harus berani mengembangkan dunia usaha. Apa beda ilmuwan dengan pengusaha. Bedanya, kalau ilmuwan bila ada temuan terlebih dahulu harus diteliti. Sementara kalau pengusaha bila ada temuan langsung dikerjakan,"imbuhnya.

Sedangkan Bosar Pasaribu yang mewakili orang tua dari para Alumni menyampaikan, dirinya akan optimis kepada seluruh para Alumni yang diwisuda karena ia meyakini akan menerapkan ilmunya untuk kepentingan masyarakat.

"Saya mengharapkan kepada seluruh Alumni supaya bisa berbuat dan menerapkan ilmu yang didapatkan selama perkuliahan untuk kemajuan di tengah - tengah masyarakat. Kami orang tua akan mendoakan kiranya seluruh Alumni menjadi orang sukses. Jalankan pekerjaan dengan setulus hati supaya apa yang dicita - citakan bisa terwujud,"ujarnya.

Gembira Simanungkalit SPd dari FKIP Prodi Matematika yang mewakili seluruh Alumni mengucapkan, terima kasih yang sebesar - besarnya kepada Rektor dan seluruh Dosen Unita yang telah mendidik dan menempa seluruh Alumni yang diwisuda saat ini menjadi sarjana yang terampil.

"Kiranya apa yang kami dapatkan selama perkuliahan bisa kami terapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya juga  mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah berjuang susah payah sampai kami bisa menjadi sarjana,"ucapnya.

Di acara tersebut,  Rektor Unita Ir Adriani SA Siahaan, MP bersama Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom, MPd menandatangani hubungan kerjasama atau MoU antara Unita dengan Unimed.

Di sela-sela pelantikan para wisudawan disuguhkan sejumlah lagu oleh Paduan Suara Unita binaan Dosen staf pengajar antara lain, Mars Universitas Sisingamangaraja, Tano Toba Tano na Martua dan Propinsi Tapanuli. Suguhan lagu-lagu itu dengan aransemen musik yang sangat apik mampu memukau seluruh orang tua dan keluarga para wisudawan serta undangan hingga acara berlangsung dengan hikmad. (G02/c)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pendidikan

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pendidikan

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pendidikan

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pendidikan

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pendidikan

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME