Tak Kunjung Diwisuda, Mahasiswi Akbid Bina Daya Husada Kisaran Gelar Aksi Protes

* Direktur Akbid : Akreditasi Mati, Wisuda Tak Bisa Dilakukan
- Senin, 15 April 2019 21:15 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir042019/8281_Tak-Kunjung-Diwisuda--Mahasiswi-Akbid-Bina-Daya-Husada-Kisaran-Gelar-Aksi-Protes.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Mangihut Simamora
TUNTUT WISUDA : Sejumlah mahasiswi jalur khusus jurusan kebidanan D3 Akbid Bina Daya Husada Kisaran, menuntut dilakukan wisuda pada pertemuan dengan Direktur dan dosen Akbid Bina Daya Husada Kisaran, Kamis (11/4).

Kisaran (SIB) -Sejumlah mahasiswi jalur khusus (non-regular) program studi kebidanan jenjang D3 Akbid Bina Daya Husada, menggelar aksi protes dengan mendatangi Kantor Tata Usaha (KTU) Akbid Bina Daya Husada di Jalan Prof HM Yamin Kisaran, Kamis (11/4).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan mengapa mereka tidak kunjung diwisuda, padahal perkuliahan mereka telah lama selesai.

Mahasiswi yang datang tersebut masing-masing bernama S Khasiati, Ida Royani, Delviana Br Tarigan, Mila Warni, Sri Sugiarti, Rotua Sitompul, Interusti dan Soprida Royani, diterima Direktur Akbid Bina Daya Husada Kisaran Fitri H, didampingi beberapa dosen. Pada awalnya pertemuan berjalan seperti tanya jawab biasa. Namun, ketika seorang dosen menanggapi permintaan seorang suami mahasiswi secara emosi, maka seketika mahasiswi berjumlah 8 orang itu mengamuk. Ada yang memukul meja bahkan melempar kursi, hingga kemudian emosi bisa diredakan dosen dan teman-teman mereka.

Kepada SIB, para mahasiswi eksekutif tersebut menceritakan kepanikan mereka karena tidak kunjung di wisuda. Telah berulang kali mereka menanyakan ke pihak yayasan dan direktur, namun tidak pernah mendapat jawaban pasti. Padahal, sebut mereka, ijazah sangat dibutuhkan untuk menunjang kinerja mereka di Puskesmas.

"Sebenarnya kami sudah mengusulkan tidak usah diwisuda tidak apa-apa, asal ijazah kami keluar. Tapi inipun tidak bisa disanggupi, hingga kemudian kami datang ke sini menuntut segera dilakukan wisuda. Kalau tidak bisa juga, maka kami minta uang kami dikembalikan tidak berkurang sepeserpun," kata mereka.

Para mahasiswi juga mengungkapkan akreditasi jurusan kebidanan jenjang D3 Akbid Bina Daya Husada Kisaran telah lama mati yakni sejak tahun 2016. "Untuk yang mengalami seperti kami ada 28 orang, namun bisa berhadir cuma kami. Seharusnya jika sesuai jadwal, kami sudah wisuda di bulan Juni tahun lalu," ungkap mereka.

Direktur Akbid Bina Daya Husada Kisaran, Fitri H, ketika dikonfirmasi SIB membenarkan pihak mereka belum melakukan wisuda kepada 28 mahasiswi tersebut. Hal itu, jelasnya, dikarenakan mereka terganjal aturan yang berlaku. "Perguruan tinggi yang akreditasi nya mati atau kaladuarsa tidak boleh melakukan wisuda, dan kami mengalami itu," ujarnya.

Ditanya, apakah benar akreditasi jurusan kebidanan jenjang D3 Akbid Bina Daya Husada Kisaran sejak tahun 2016 sudah mati, Fitri membenarkannya. Tetapi, katanya, dirinya telah berkomunikasi dengan pihak yayasan, akreditasai mereka akan keluar 71 hari lagi.

"Makanya tadi kita minta kesabaran para ibu-ibu menunggu 71 hari lagi," tukasnya. (A02/l)

Berita Terkait

Pendidikan

Kereta Api Tabrak Mobil Expander di Simalungun, Korban Mengalami Luka dan Trauma

Pendidikan

Pelaku Curanmor di Sergai Ditangkap, Mengaku Beraksi di 25 TKP

Pendidikan

Polres Simalungun Tanam Jagung Serentak di Tapian Dolok

Pendidikan

Patroli Malam, Timsus Dayok Mirah Sikat 4 Motor Knalpot Brong di Pematangsiantar

Pendidikan

PERMATA dan MTPP GBKP Kembangkan Kompos Cair dari Limbah Pertanian

Pendidikan

Ancaman PHK Massal Mengintai Sumut Usai Pencabutan Izin Sejumlah Perusahaan