Anggota DPR: Perbaikan Kurikulum Mesti Bertahap

- Senin, 13 Januari 2020 22:26 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/01/1371_Anggota-DPR--Perbaikan-Kurikulum-Mesti-Bertahap.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
korankaltim.com
Ilustrasi

Semarang (SIB)

Anggota DPR RI, Marwan Jafar mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk memikirkan kebijakan komprehensif terkait kurikulum pendidikan.

Ia mengatakan, sekurangnya lima tahun terakhir ini sekolah masih menanggung beban untuk merealisasikan dua kurikulum yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurkikulum 2013 (K-13). Kalangan guru dan sekolah, sampai hari ini masih banyak yang sedang menyesuaikan diri dengan Kurikulum 2013, karena pengaruh kurikulumnya serta faktor keterbatasan infrastruktur pendukung.

Menurutnya, dari sisi para guru, selain masih perlu penguatan kompetensi, maka faktor yang harus menjadi pegangan adalah kepastian kurikulum yang berkelanjutan atau kurikulum yang mestinya komprehensif buat menjawab kebutuhan pendidikan ke depan. Maka ia berpendapat, sebaiknya Mendikbud baru tidak mengganti kurikulum pendidikan.

"Sebab, boleh jadi yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan kurikulum secara kritis dengan perkembangan jaman berikut aspek teknologinya," ungkap Marwan, Kamis (9/1).

Mantan Menteri Desa dan PDTT ini juga menjelaskan, mulai aspek sosialisasi sampai penerapan sebuah kurikulum pendidikan dipastikan memakan waktu dan biaya yang banyak.

Sehingga ia melihat tidak perlu memaksakan untuk mengubah kurikulum, tapi lebih memerlukan penyesuaian dari beban administratif yang padat dari kurikulum sekarang. Penyederhaan metode juga bisa dilakukan, terutama terkait kerumitan birokrasi dan administrasi yang sangat banyak dikeluhkan para guru yang sebagian juga masih punya ideaisme, inovatif dan kreatif.

Seperti diketahui, pada saat Hari Guru 2019 lalu, Mendikbud, Nadiem Makarim berpidato menyoroti banyak masalah pendidikan. Salah satunya juga menyinggung persoalan kurikulum pendidikan yang katanya 'menghalangi petualangan' para guru. (RoL/d)

Berita Terkait

Pendidikan

Pasokan BBM Pertalite di Ibu Kota Simalungun Langka

Pendidikan

Wakil Ketua DPRD SU Serukan Masyarakat Luas Tidak Panik Sikapi Isu Kelangkaan BBM

Pendidikan

OSS St Petrus Sidikalang IV Tahun 2026 Diikuti 808 Peserta

Pendidikan

Pasokan BBM Pertalite di Ibu Kota Simalungun Langka

Pendidikan

Dari Istana ke Rumah Teman, Fergie Dikabarkan Kehilangan Tempat Tinggal

Pendidikan

Dirut Tirtanadi Dampingi Gubsu Safari Ramadan ke Palas dan Paluta