Menristek: Akademisi Harus Ubah Pola Pikir Riset

Redaksi - Senin, 27 Januari 2020 22:22 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/01/_6282_Menristek--Akademisi-Harus-Ubah-Pola-Pikir-Riset.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
republika.co.id
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mendorong akademisi untuk memulai perubahan pola pikir riset dan pengembangan teknologi. Ia mengatakan, potensi ilm

Jakarta (SIB)

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mendorong akademisi untuk memulai perubahan pola pikir riset dan pengembangan teknologi. Ia mengatakan, potensi ilmu pengetahuan harus digali dengan berinovasi.

Ia mengatakan, inovasi menjadi kata kunci untuk menciptakan penguasaan iptek mandiri dan berdaya saing global. Hal ini diharapkan mampu menghasilkan keluaran yang tepat guna dan inovatif. "Bapak ibu (akademisi) adalah bagian dari kelompok yang bisa mengubah mindset," kata Bambang, saat seminar nasional di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, Jumat (24/1).

Di dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya kedekatan hubungan antara akademisi dan dunia industri dalam pengembangan riset. Melalui kedekatan tersebut, para dosen peneliti bakal mendapatkan ilmu yang jauh lebih luas ketimbang hanya berkutat dalam konsep dan teori.

"Saya juga dosen, saya sekarang merasa ilmu saya bertambah luar biasa. Meskipun bapak ibu sudah menguasai konsep dan teori, tapi bicara R&D (research and development), bapak ibu harus gaul dengan dunia industri," kata dia.

Menurut Bambang, dunia industri berbeda jauh dengan dunia akademis. Tanpa adanya hubungan yang baik di antara dosen peneliti dan dunia industri, niscaya hasil penelitian para dosen peneliti bakal sulit dikembangkan hingga diproduksi secara massal.

Selain dengan dunia industri, Bambang juga menekankan para dosen peneliti juga harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah, agar hasil penelitiannya mendapat dukungan penuh dari sisi regulasi. Terlebih, jika hasil penelitiannya itu akan diproduksi secara massal.

Dalam sambutannya Rektor Unpar Mangadar Situmorang, menyoroti pentingnya pengembangan riset sebagai bagian dari pendidikan tinggi. Dia berharap forum ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan tinggi masing-masing untuk menegaskan perannya sebagai lembaga riset dan teknologi.

"Kewajiban kita sebagai dosen dan peneliti adalah menyelenggarakan riset terutama membantu masyarakat menjawab persoalan-persoalan yang ada," kata dia. (RoL/d)

Berita Terkait

Pendidikan

OSS St Petrus Sidikalang IV Tahun 2026 Diikuti 808 Peserta

Pendidikan

Pasokan BBM Pertalite di Ibu Kota Simalungun Langka

Pendidikan

Dari Istana ke Rumah Teman, Fergie Dikabarkan Kehilangan Tempat Tinggal

Pendidikan

Dirut Tirtanadi Dampingi Gubsu Safari Ramadan ke Palas dan Paluta

Pendidikan

Lapas Kelas I Medan Bersama Polsek Medan Helvetia Gelar Tes Urine 105 WBP

Pendidikan

Sekda Tapteng Salurkan Santunan Kemensos Korban Bencana Hiderometerologi