WR II PTN Belum Bisa Eksekusi Kebijakan "Kampus Merdeka"

Redaksi - Senin, 17 Februari 2020 19:52 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_3958_WR-II-PTN-Belum-Bisa-Eksekusi-Kebijakan--quot-Kampus-Merdeka-quot-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
antaranews
Ketua Umum Forum Wakil/Pembantu Rektor II Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Se-Indonesia Prof Dr Wayan Lasmawan. 

Banjarmasin (SIB)

Ketua Umum Forum Wakil/Pembantu Rektor II Perguruan Tinggi Negeri (WR II PTN) se-Indonesia, Prof Dr Wayan Lasmawan mengakui jika pihaknya belum bisa mengeksekusi kebijakan "Kampus Merdeka" yang digulirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

"Kampus Merdeka dari sisi pengelolaan keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi ranahnya WR II, belum disiapkan payung hukum dan piranti legality formalnya. Tentu membuat kami di perguruan tinggi sulit mengeksekusi sebuah program," jelas Wayan di Banjarmasin, Sabtu (15/2).

Diketahui ada empat kebijakan penting dalam Kampus Merdeka yaitu Pembukaan Program Studi Baru, Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Badan Hukum dan Hak Belajar Tiga Semester di Luar Program Studi.

Pada prinsipnya, ujar dia, Forum WR II sangat setuju kebijakan sang menteri muda tersebut. Karena dia menilai bagus sehingga wajib didukung.

"Kebijakan mas menteri (Nadiem Anwar Makarim) sesuai banget. Dengan catatan kita tidak boleh hanya menempatkan kata merdeka sebagai sebuah makna kebebasan tapi bagaimana implementasi sebuah inovasi tanpa mengenal batas," terang Wayan yang memimpin pertemuan Forum WR II di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Untuk itulah, melalui forum tersebut diharapkan Wayan lahir sebuah ide dan gagasan bagaimana menjabarkan fleksibilitas pada konteks merdeka di dunia kampus.

Karena dalam konstruksi bidang ke-WR II-an, tambah dia Kampus Merdeka harus diterjemahkan bagaimana ke depan kampus dikelola dan terkelola dengan mengedepankan fleksibilitas dan kelenturan dengan tanpa mengabaikan prinsip dan asas taat pada hukum.

"Makanya dalam tiga hari pertemuan di forum ini, kita diskusikan semuanya guna mensinergikan berbagai pemikiran kreatif dan ide-ide inovatif dalam upaya meneguhkan eksistensi perguruan tinggi mendorong pembangunan SDM Indonesia," jelas Wakil Rektor II (Bidang Umum dan Keuangan) Ganesha University of Education (Undiksha) Singaraja, Bali itu. (Ant/d)

Berita Terkait

Pendidikan

Ramadan Bawa Berkah, Jajanan Pinggir Jalan Diserbu Pembeli

Pendidikan

Respon cepat, Polres Tanjungbalai Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Lansia

Pendidikan

Sekdakab Tapteng Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mengatasnamakannya

Pendidikan

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Pendidikan

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Pendidikan

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan