Akademisi: Guru Butuh Pelatihan Sebelum UN Dihapus

Redaksi - Senin, 09 Maret 2020 23:23 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir032020/_5941_Akademisi--Guru-Butuh-Pelatihan-Sebelum-UN-Dihapus.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
republika.co.id
Ilustrasi

Jayapura (SIB

Akademisi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura Yan Dirk Wabiser mengatakan harus ada pelatihan guru sebelum Ujian Nasional (UN) dihapus pada 2021.

"Hadapi rencana penghapusan UN pada 2021, harus ada pelatihan-pelatihan bagi guru," kataYan Dirk Wabiser yang juga Pembantu Dekan II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan (FKIP) Uncen di Jayapura, Jumat (6/3).

Menurut dia, selama ini guru jarang mengikuti pelatihan karena dia terus bergumul dengan apa yang ada di sekolah."Pelatihan guru harus, guru harus disiapkan betul sehingga dia mengajar betul, kemudian bagimana membuat soal, mengujikan dan melakukan evaluasi terhadap hasil kerja dari anak didik, baik yang ada di sekolah dasar maupun yang ada di sekolah menengah," ujarnya.

Bagi Yan, kebijakan penghapusan UN sebenarnya sudah harus dilakukan sejak lama. "Saya sendiri melihat kebijakan beliau (Mendiknas) sangat penting, dan kebijakan ini yang sebenarnya dari dulu kita rindukan," ujarnya.

Menurut dia, itu terobosan yang luar biasa untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia pada umumnya. "Jadi kami sangat mendukung kebijakan yang diambil yang diambil oleh menteri, tujuannya itu tadi bagimana meningkatkan mutu proses belajar mengajar. Jadi hasil belajar anak didik kita itu harus meningkat,” ujarnya.

Menurut Yan, memang wajar juga UN dihapus karena walaupun ada UN tetapi prakteknya jauh dari harapan yang sebenarnya. Ujian siswa akan berjenjang dan yang membuat soal itu sendiri adalah gurunya dan gurunya tahu materinya dan guru yang memberikan ujian supaya sesuai dengan kompetensi dia mau ujikan di sekolah dan itu bagus.

"Dan saya melihat sebenarnya dia (Mendiknas) mau meniru model pembelajaran di Finlandia. Model pembelajaran di Finlandia sama seperti apa yang beliau mau lakukan, jadi kalau ini dilakukan mutu pendidikan dari anak didik pasti akan meningkat," tambah dia.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan Ujian Nasional(UN) akan dihapus pada 2021 mendatang. Dia menyebut Ujian Nasional yang selama ini menjadi salah satu standar kelulusan siswa akan dilaksanakan terakhir kali pada 2020.

Nadiem menyampaikan itu dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Desember 2019. (RoL/d)

Berita Terkait

Pendidikan

Takut BBM Langka, Warga Binjai Serbu SPBU Sejak Subuh

Pendidikan

Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU Siantar

Pendidikan

JAM Intel Kejagung : Program "Jaga Desa" Bukan untuk Menakut-nakuti

Pendidikan

Matangkan Persiapan Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Sumut Lakukan Perawatan Jalur Rel

Pendidikan

Antrean Panjang BBM di SPBU Krakatau Medan Picu Kemacetan

Pendidikan

Pemprov Sumut Sediakan 5.500 Kursi Mudik Gratis Idulfitri 2026