Bank Dunia : Pendidikan Pendorong Penting Pengentasan Kemiskinan

*250 Juta Anak di Dunia Tak Bisa Baca Tulis
- Senin, 27 Januari 2014 17:41 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Bank Dunia meluncurkan perangkat data terbuka yang menyediakan akses mendalam mengenai kebijakan pendidikan di berbagai belahan dunia guna mengingatkan bahwa pendidikan merupakan pendorong penting bagi pengentasan kemiskinan."Pendidikan adalah salah satu pendorong paling penting untuk mengakhiri kemiskinan ekstrim dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Pengembangan Manusia Elizabeth King dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu.Menurut dia, pendidikan bukanlah sekadar memiliki lebih banyak ruang kelas, guru, dan buku-buku teks, tetapi lebih dari itu adalah memiliki iklim kebijakan yang memastikan bahwa ke semua hal tersebut benar-benar berkontribusi untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik.Bank Dunia juga telah meluncurkan perangkat Pendekatan Sistem untuk Hasil Pendidikan Lebih Baik ("The Systems Approach for Better Education Results/SABER) dalam bentuk situs untuk membantu negara-negara mengumpulkan dan menganalisis informasi mengenai kebijakan pendidikan masing-masing negara tersebut.Selain itu, SABER juga dinilai bermanfaat untuk menjadi tolak ukur kebijakan pendidikan suatu negara bila dikomparasikan dengan negara lain.Dengan demikian, negara tersebut dapat memprioritaskan sejumlah areal dalam sektor pendidikan mereka sendiri untuk direformasi dengan tujuan memastikan semua anak-anak dapat sekolah dan belajar.Lembaga finansial multilateral itu melihat bahwa meski terjadi peningkatan masuknya angka anak bersekolah selama beberapa dekade terakhir, tetapi tingkatan pembelajaran dinilai masih buruk.Bank Dunia melihat di negara-negara miskin, banyak kaum muda yang menyelesaikan pendidikan dasarnya tanpa memperoleh keahlian baca tulis mendasar atau pun keahlian dalam berhitung.Bahkan di negara-negara menengah, masih ditemukan banyak siswa yang tidak bisa menguasai keahlian dasar yang dibutuhkan untuk mengisi lapangan pekerjaan di negara tersebut.Pada saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 250 juta anak-anak di seluruh dunia yang tidak bisa membaca dan menulis, bahkan setelah mereka menghabiskan waktu selama beberapa tahun di sekolah.Melalui SABER, Bank Dunia telah menganalisis lebih dari 100 negara dan memberikan panduan kepada reformasi dan investasi pendidikan yang lebih efektif di semua tingkatan, mulai dari pendidikan dasar menengah, hingga pengembangan ketenagakerjaan.Dengan SABER, Bank Dunia juga bertujuan memperbaiki kualitas pendidikan global dengan memasok lebih banyak data kunci mengenai pendidikan yang bermakna bagi pembuat kebijakan, lembaga masyarakat, administrator sekolah, guru, orangtua, juga para siswa. (Ant/q)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Dirut Bank Sumut Buka Bersama Dengan Pegawai

Pendidikan

Beraksi di Lampung, 3 Perampok Bersenpi Diringkus Tim Gabungan di Batubara

Pendidikan

BCA Expoversary 2026 Hadir di Medan, Banyak Diskon KPR, KKB dan KSM

Pendidikan

Dari Mimpi ke Kunci Rumah: Ibu Dokter Ini Buktikan Kemudahan Punya Hunian Lewat Teknologi BTN

Pendidikan

Direksi PT Bank Sumut Silaturahmi dengan Kajati Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Pendidikan

Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut: Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi