Jakarta (SIB)- Kurikulum pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara Korsel dan AS. Pengalaman itu dibagi oleh Ms Baek Ji-young (24) guru sekolah dasar dari Korsel.Ms Baek telah dua kali mengikuti pertukaran guru. Sebelum ke Indonesia, ia pernah berkesempatan menjadi guru SD di Amerika."Bagi saya ini yang kedua kalinya. Sebelumnya saya pernah di Amerika dengan misi pertukaran guru di sana," ujar Ms Baek di ruang kerja Kepala SDN 12 Rawamangun Pagi, Jakarta Timur, Jumat.Baek mengatakan dari segi fasilitas dan ruang kelas sekolah di Amerika jauh berbeda. Sementara di Korea dan Indonesia memiliki kapasitas sederhana dan simpel."Kalau di Amerika kelasnya lebih besar dan mereka memiliki fasilitas yang lengkap. Kondisi ini berbeda dengan di sini, sementara di Korea tidak jauh berbeda," ujarnya.Hal yang menarik lainnya murid-murid di sekolah Amerika diperkenankan membawa laptop atau Ipad. Lantaran kedua gadget itu merupakan salah satu media pembelajaran."Tak seperti di Korea atau Indonesia, murid di sana sudah tidak membawa buku. Justru buku-buku itu sudah disediakan di kelasnya masing-masing," ujarnya.Dalam segi pemberian hukuman terhadap siswa nakal, Amerika dan Korea memiliki metode yang berbeda."Kalau di Indonesia guru harus teriak untuk meminta anak murid yang ribut untuk diam di kelas, sedang di sana kami cukup tinggalkan mereka hingga tenang. Sementara jika ada siswa yang nakal di Amerika akan diserahkan kepada guru khusus, sementara kami hanya memberikan konseling, sehingga tidak ada pemberian hukuman," ujarnya.Baek mengaku tak ada batasan antara murid dengan guru membuat suatu keharmonisan sehingga timbul rasa hormat."Sejauh ini murid-murid di sini sangat respect dengan gurunya," ungkapnya. (detikcom/f)