Bengkulu (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, mengharapkan program beasiswa Bidikmisi dapat menjadi bagian dari kebangkitan kaum dhuafa sebab program tersebut dapat memutus mata rantai kemiskinan. Hal ini disampaikan Mendikbud dalam pertemuan dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di Universitas Bengkulu, Sabtu (8/2/2014)."Kita ingin melalui Bidikmisi sebagai bagian dari turunnya rahmat Allah dan pemutus mata rantai kemiskinan. Yang bisa memotong mata rantai kemiskinan tersebut antara lain adalah ilmu pengetahuan," ujar Mendikbud dalam pertemuan yang juga dihadiri Dirjen Pendidikan Menengah, Achmad Jazidie; Dirjen Kebudayaan, Kacung Marijan; Rektor Universitas Bengkulu, Ridwan Nurazi; Anggota Komisi X DPRRI Rully Chairul Azwar, dan Kepala Dinas Pendidikan, Rusdi Bahar.Dikatakan Mendikbud, untuk menjamin agar kaum dhuafa dapat mengakses pendidikan tinggi maka perguruan tinggi wajib mengalokasikan 20 persen dari jumlah mahasiswa yang diterima untuk mahasiswa kurang mampu sebagaimana diatur Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.Dijelaskan Mendikbud, kemuliaan perguruan tinggi ditentukan oleh seberapa banyak perguruan tinggi tersebut dapat menampung mahasiswa dari keluarga kurang mampu. "Jadi bukan berdasarkan berapa banyak mobil yang terparkir di halamannya," ujarnya.Diungkapkannya, mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi sebenarnya tetap membayar uang kuliah kepada perguruan tinggi, tetapi kewajiban tersebut diambil alih oleh pemerintah. Selain bebas uang kuliah, mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi juga mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000/bulan. Sampai saat ini, sudah ada 120.000 mahasiswa yang menerima beasiswa Bidikmisi, dan sejumlah mahasiswa sudah dapat menyelesaikan pendidikannya. Ditargetkan sampai akhir 2014 jumlah penerima mencapai 160.000 mahasiswa.Ditambahkan Mendikbud, bagi mahasiswa Bidikmisi yang berprestasi tinggi dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2/S3, baik perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.Dalam pertemuan tersebut, Mendikbud mengapresiasi salah seorang mahasiswa penerima Bidikmisi dari Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Bengkulu, Dewi Damayanti, yang dapat menyelesaikan program S1 selama 3 tahun 2 bulan dengan IP 3,7. "Saya akan bantu Dewi melanjutkan ke S2 di Bandung, dan selanjutnya ke British," tandas Mendikbud. (Kemdikbud/h)