Medan (SIB)- Berangkat dari keinginan dan kecintaannya pada sektor usaha kecil mikro (UKM) supaya mendapat skala prioritas oleh pemerintah, Drs Anton AP Sinaga, MSi dosen Kopertis Wilayah I Sumatera Utara yang juga Pembantu Dekan I (PD I) Fakultas Ekonomi Universitas Methodist Indonesia berhasil mempertahankan Disertasi Doktornya (S3) dalam bidang Ilmu Perencanaan Wilayah di hadapan sidang terbuka Guru besar USU di Biro Rektor USU baru-baru ini. Disaksikan oleh Rektor Universitas Methodist Indonesia (UMI dan Dekan FE UMI Medan Drs Saur Meilina Sipayung, MSi, Anton AP Sinaga mempertahankan disertasi doktornya di hadapan komisi penguji Prof. Dr. Lic.reg.reg. Sirojuzilam, SE, Prof. Dr. Marlon Sihombing, MS, dan Prof. Dr. Mohd Nur Syechalad (Guru Besar Unsyah Banda Aceh) bertopik "Pengaruh Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah Terhadap Pengembangan Ekonomi Lokal Dan Kesejahteraan Masyarakat di Kota Medan" dengan Promotor Prof. Erlina SE, Ak, Msi, PhD (Guru Besar FE USU dan Co Promotor Prof. Dr. Badarudin, MA (USU), dan Prof. Dr. Alwind Surya, SE, MPd, PhD (Guru Besar Kopertis Wil I Sumut NAD) lulus dengan predikat memuaskan.Anton AP Sinaga mengatakan, sektor pengembangan UKM saat ini masih belum bisa menjadi sektor unggulan dan skala prioritas dari pemerintah. Sementara sektor ini sangat menjanjikan untuk pengembangan ekonomi lokal yang bisa menghadirkan kesejahteraan bagi warga Kota Medan. Bahkan Anton AP Sinaga melakukan komparasi dengan berbagai negara maju bahwa sektor UKM di berbagai negara maju seperti Eropa, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan sangat memberdayakan UKM mereka sebagai UKM yang punya akses ke pasar global, kompetitif, dan berkelanjutan. Anton AP Sinaga dalam mempertahankan disertasinya mengatakan UKM merupakan sektor yang sangat produktif, strategis, vital, bahkan instrumen utama dalam mensejahterakan masyarakat. Menurut Anton kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2010 mencapai 3,466 triliun atau meningkat 4,5 lipat dari jumlah DPB tahun 1998. PDB UMKM meningkat rata-rata 15,33 persen setiap tahunnya dengan rata-rata kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 57,5 persen.Berdasarkan skala UKM usaha mikro merupakan penyumbang terbesar dengan rata-rata 58 persen dari total PDB UMKM. Sedangkan usaha kecil dan menengah berkontribusi masing-masing 18 persen dan 24 persen. Adapun laju pertumbuhan usaha mikro rata-rata selama 2006-2010 mencapai 51,4 persen sedikit lebih rendah yang mencapai 5,98 persen dan 5,34 persen. Dalam penyerapan tenaga kerja, pada tahun 2011, UMKM berhasil menyerap lebih kurang 101 juta jiwa tenaga kerja atau 97,4 persen dari total kerja nasional. Melihat data ini sudah saatnyalah UKM dijadikan sebagai ujung tombak pembangunan karena mampu menyerap tenaga kerja dan membangun siklus ekonomi nasional.Setelah selesai mempertahankan disertasinya di hadapan para komisi penguji dengan hasil sangat memuaskan, Rektor USU yang diwakili oleh Wakil Rektor I USU Prof Dr Ir Zulkifli Nasution, MSc mengingatkan kepada Anton untuk terus memperbaharui ilmunya dan mengabdikan ilmunya untuk masyarakat, apalagi dalam pengembangan ilmu perencanaan wilayah. Di akhir pidatonya, Rektor USU mengatakan jadilah ilmuan yang terus menggagas supaya manusia memenuhi apa yang jadi kebutuhan dasarnya (basic need) dan bukan apa yang jadi keinginannya. (Rel/R13/d)