Medan (SIB)- United States Agency for International Development (USAID) telah mengembangkan program pendidikan berbasis Kurikulum 2013 (K-13) sejak 2005. Melalui program Decentralized Basic Education (DBE), USAID menerapkan model pembelajaran aktif (active learning). PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) di tingkat SD/MI dan CTL (Contextual Teaching and Learning) di tingkat SMP/MTs. PAKEM dan CTL itulah yang sekarang dikembangkan menjadi Kurikulum 2013.Demikian dikatakan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) diwakili PR I Prof Dr Khairil Ansari MPd , Selasa (11/2) saat membuka Pelatihan Pedagogi Bagi Dosen LPTK (Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan) di Medan.Lebih lanjut, Khairil Ansari mengatakan program pendidikan USAID telah sukses mencetak ratusan sekolah yang mampu menerapkan pembelajaran aktif. Sekolah-sekolah ini dapat dijadikan contoh dalam menerapkan K-13. Namun jumlah sekolah binaan USAID masih sedikit.â€USAID tentu tidak bisa menjangkau semua sekolah untuk mengembangkan pembelajaran aktif. Maka pemerintahlah yang menyebarluaskannya melalui Kurikulum 2013,†ujar Khairil.Sementara Spesialis Pengembangan LPTK USAID Prioritas Sumatera Utara Parapat Gultom PhD mengatakan, pihaknya aktif mendukung pelaksanaan K-13. Selain melatih guru, kepala sekolah, pengawas dan komite sekolah, USAID PRIORITAS juga membantu meningkatkan kapasitas LPTK (Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan). Salah satunya melalui pelatihan bagi para dosen.â€Pelatihan ini difokuskan untuk membantu dosen mampu merancang dan mengimpelementasikan perkuliahan bagi calon guru sesuai dengan Kurikulum 2013,†terang Parapat Gultom.Sejauh ini Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID). Program ini didesain untuk membawa pendidikan berkelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia. (Dik3/d)