Disdik Tebingtinggi Sosialisasikan Penerimaan PTN Jalur SNMPTN dan UN Tahun 2014

*Kadisdik: Salah Satu Indikator Kesuksesan Pendidikan Dilihat dari Jumlah Siswa Masuk PTN
- Rabu, 08 Januari 2014 16:00 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib_Disdik-Tebingtinggi-Sosialisasikan-Penerimaan-PTN-Jalur-SNMPTN-dan-UN-Tahun-2014.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Humala Siagian
SOSIALISASI : Kepala Dinas Pendidikan Tebingtinggi Drs H Pardamean Siregar MAP menyosialisasikan perekrutan SNMPTN dan UN Tahun 2014 di SMK N 4 Tebingtinggi, Selasa (7/1).
Tebingtinggi (SIB)- Salah satu indikator kesuksesan pendidikan adalah berapa banyak tamatan SMA/MA dan SMK masuk perguruan tinggi, terutama Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Agar sukses tahun ini, pengawas, kepala sekolah dan guru diminta agar benar-benar mengarahkan siswa dalam memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuannya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Tebingtinggi Drs H Pardamaean Siregar MAP di hadapan sekretaris, kepala bidang, kepala seksi, pengawas, kepala sekolah dan operator sekolah saat sosialisasi SNMPTN dan UN tahun 2014 di Aula SMK Negeri 4, Selasa (7/1). Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang dilakukan USU yang diikuti Kadisdik bersama Kabid Dikdasmen Drs Jonner Sitinjak.

“Tahun lalu, anak kita yang gagal masuk PTN, kebanyakan salah dalam meletakkan pilihan kampus maupun pilihan jurusan. Belajar dari situ saya meminta pengawas, kepala sekolah dan guru-guru agar benar-benar mengarahkan siswa untuk memilih jurusan sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki. Jangan sampai siswa kita dalam kesehariannya pandai Bahasa Inggris, tetapi karena banyak teman-temannya ke kedokteran dia jadi ikut-ikutan, padahal kemampuan ekonomi dan nilai tidak mencukupi maka si anak akan kalah. Jika guru, kepala sekolah, pengawas mengarahkannya tentu si anak tidak kehilangan kesempatan. Ini adalah contoh,” kata Pardamean.

Sesuai dengan Permendiknas No 34/2010, PTN harus menerima paling sedikit 60 persen mahasiswa baru melalui jalur seleksi nasional, sisanya 40 persen melalui jalur seleksi mandiri. “Angka 60 persen tidaklah sedikit, untuk itu mari sama-sama berpacu mengarahkan anak-anak agar mereka tidak salah meletakkan pilihannya,” ajak Pardamean.

Penerimaan siswa PTN melalui jalur SNMPTN 2014, berdasarkan prestasi akademik siswa (Rapor, Hasil UN dan Prestasi yang lain), biaya ditanggung pemerintah dan terakhir minimal 50 persen kuota daya tampung setiap PTN, ini menunjukkan bahwa persaingan untuk memperebutkan kursi di PTN bukanlah hal yang gampang, untuk itu diperlukan strategi.

Sedangkan Kabid Dikdasmen Drs Jonner Sitinjak selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan, adapun hasil yang diharapkan dalam sosialisasi ini adalah terpahaminya tata cara SNMPTN 2014 sehingga tidak ada SMA/MA dan SMK di Tebingtinggi tidak menyertakan siswanya mengikuti SNMPTN 2014, selanjutnya meningkatnya siswa diterima di PTN melalui SNMPTN, terpahaminya POS UN dengan baik, suksesnya hasil UN kalau tidak meningkat minimal hasilnya sama seperti tahun sebelumnya.

Jonner Sitinjak juga melaporkan bahwa sesuai dengan daftar nominasi sementara calon peserta UN Rayon 0704 Tebingtinggi, SMP 2.977 orang, MTs 395 orang, SMA 1.959 orang, MA 302 orang dan SMK 1.830 orang dengan jumlah seluruhnya 6.463 orang. (C20/q)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

SMP Taman Asuhan Siantar Buka SPMB, Target 128 Siswa Baru

Pendidikan

Bea Cukai Kanwil Jakarta Segel Tiga Toko Perhiasan Mewah, Diduga Langgar Administrasi Impor

Pendidikan

Sekolah Primbana Medan Siap Terima Siswa Baru TA 2026/2027 Mulai SD, SMP dan SMA

Pendidikan

Kejagung Bidik Denda Sawit-Tambang di Kawasan Hutan Rp142,23 Triliun pada 2026

Pendidikan

Gebyar Apresiasi PBB, Pemkab Labuhanbatu Anugerahkan Penghargaan bagi Camat, Lurah, dan Kades Berprestasi

Pendidikan

Menkeu: UU Cipta Kerja Bikin Penerimaan Batu Bara Negatif, Pemerintah Siapkan Bea Keluar