Sarah Widyanti Kusuma, Pilot Wanita Termuda yang Pemberani!

- Minggu, 30 Agustus 2015 15:33 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib_Sarah-Widyanti-Kusuma--Pilot-Wanita-Termuda-yang-Pemberani-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Umumnya, profesi pilot adalah profesi yang lebih identik dengan laki-laki. Namun, wanita saat ini bisa kok menjadi pilot. Bahkan kemampuan seorang wanita menjadi pilot tak kalah hebat dengan  laki-laki. Sarah Widyanti Kusuma telah membuktikannya. Wanita cantik, pintar, dan pemberani ini sudah bekerja di salah satu maskapai terbesar di Indonesia, Garuda sejak 2009.Sebagai wanita termuda yang berprofesi sebagai pilot, Sarah mengakui bahwa pekerjaannya tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Butuh kecerdasan, disiplin, dan semangat yang tinggi untuk menjalaninya.Sejak kecil, Sarah sudah bercita-cita menjadi pilot karena orangtuanya juga seorang pilot. Dan ia pernah menjadi Sales Promotion Girls setahun sebelum masuk, pernah gagal dan masuk dua kali. Tapi dia mencoba kembali beasiswa tersebut dengan mengambil pendidikan jurusan penerbangan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug.Kebetulan waktu sekolah 2 tahun, Sarah sudah bekerja dengan mayoritas laki-laki, satu banding seratus orang. Memang sulit karena waktu SMA, dia sering main sama perempuan dan karakternya agak feminim. Sulitnya perempuan lebih feminim dan perasaan, lebih sensitif, sedangkan laki-laki lebih keras dan merasa kurang suka sensitif. Dan beratnya pendidikan semi militer, bangun pagi langsung lari, langkahnya panjang-panjang karena semua laki-laki.Untuk kuat fisik harus melakukan push up, sit up dan sebagainya. Awalnya kaget, 3 sampai 6 bulan, Sarah bisa beradaptasi. Tidak ada boleh kunjungan orang tua. Tapi dia senang dan menikmatinya walau berat.Sarah pertama kali membawa pesawat saat tes masuk, ada tes bakat, dan memang belum pernah mengemudikan pesawat hanya stimulator. Pertama kali bawa pesawat kondisinya tidak ada AC, bersama instruktur dan calon murid. Belajar di darat sudah dipelajari waktu sekolah, tapi saat terbang di ketinggian 3000 kaki  harus selalu bisa mengontrol. Yang mengejutkan saat di ketinggian 3000 kaki, instruktur menguji mental, tiba-tiba mesin dimatikan dan dilihatlah ekspresi kita, apakah panik melihat kondisi di luar, mual dan sebagainya. Tapi Sarah berhasil dan lolos.Kejadian yang menurut Sarah susah untuk diatasi saat mengendarai pesawat, yaitu saat menghadapi cuaca jelek. Karena kalau kondisi cuaca jelek saat berada di bawah tidak boleh terbang, tapi kalau sudah di atas mau tidak mau harus mikir apakah perjalanan tetap dilanjutkan atau putar balik. Putar baliknya pun harus dipikirkan dengan matang. Saat-saat itulah yang menurutnya susah dan membuat agak panik.Pengalaman berat buat Sarah terjadi pada 2011 saat mendarat di Yogyakarta, cuaca yang jelek di atas hujan dan badai. Yogyakarta landasannya kecil minimalis dan ekstra panik serta menegangkan buatnya. Sarah sudah terbang 4000 jam dan rute terjauh ke Amsterdam 3 sampai 4 bulan sekali. Dan dia sangat ingin  ke Kutub Utara, karena ilmu penerbangan medannya juga beda.Sebelum  menikah, Sarah sudah menjadi pilot, dan kebetulan suaminya juga seorang pilot."Suami support sekali karena kita dari dunia yang sama, justru menjadi terpacu dan lebih percaya diri. Dan untuk anak belum dikasih,"katanya.Selain menjadi pilot, Sarah sebenarnya ingin menjadi astronot tapi dia tidak tahu link di negara ini untuk menjadi astronot. Menurut wanita kelahiran Bandung 3 Maret 1988 ini, seorang pilot memang memiliki tanggungjawab penuh dengan membawa ratusan penumpang lewat jalur udara, tapi ia sangat mencintai pekerjaannya, selain itu baginya saat mengendarai pesawat dengan tangannya sendiri sangatlah menyenangkan dan membuatnya bangga."Tanggung jawab penuh ya karena ratusan nyawa dan saya ekspresinya justru bangga. Enak bawa pesawat, karena saya bisa tahu rutenya, terus bagaimana cuacanya, kalau di belakang kan nggak tahu," ucapnya.Wah, Sarah memang benar-benar sosok wanita tangguh yang sangat menginspirasi, ya Ladies. Semoga makin banyak wanita Indonesia yang membanggakan seperti dia. (vemale.com/ r)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Viral di Media Sosial Penderita Paru dan Diabetes Berkeliling Naik Becak Cari Biaya Berobat di Langkat

Berita

DPW Kombat Sumut Bagikan 250 Bingkisan untuk Penarik Becak di Langkat

Berita

Pemuda Batak Bersatu Labuhanbatu Tebar Kepedulian, 1.000 Paket Takjil Dibagikan di Simpang Enam

Berita

Jalan Setia Budi Medan Selayang Rusak, Warga Harap Segera Diperbaiki

Berita

Buka Puasa Bersama PWI Labuhanbatu, Wabup Jamri Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Berita

3 Negara Arab Tetapkan Idul Fitri Jumat 20 Maret