Pangkalansusu (SIB)- Berkat kerja keras dan jujur dibarengi doa keluarga, seorang nelayan tradisional berhasil menjadi pengusaha Boat Pancing, dia adalah M Ishak alias Wak Brwon, warga Lingkungan XI Jalan Pembangunan, Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalansusu, Langkat.Pria berkumis tebal yang akrab disapa Wa Brwon ini dalam kurun waktu selama lima tahun berjuang bisa memiliki enam boat pancing dengan jumlah kru 24 anak buah kapal (ABK). Operasional ke enam kapal motor miliknya dipercayakan kepada enam jurumudi (tekong) untuk mencari tangkapan ikan ekspor seperti ikan kerapu dan ikan kakap ke perairan Aceh hingga perbatasan Malaysia.Keberhasilan Wa Brwon hingga memiliki usaha yang cukup besar di lingkungannya berawal dari kerja keras, ulet, hemat serta jujur dalam setiap kesempatan didukung sang isteri tercintanya Salamah.Dapat meraih sukses hingga memiliki sejumlah boat pancing dalam kurun waktu relatif singkat pantas disyukuri mengingat latar belakang usaha yang digeluti sebelumnya, Wa Brwon hanya seorang nelayan kecil bermodalkan satu unit sampan dayung dan alat tangkap jaring ikan apa adanya.Sementara keberadaan ekonomi orang tuanya ketika itu hanya pas-pasan untuk menghidupi keluarganya sehingga tidak dapat menopang ekonomi Wa Brwon termasuk meraih mimpinya untuk menjadi pengusaha transpostasi laut dan perikanan.Dalam perjuangannya, meski ia kerap menahankan dinginnya udara malam dan guyuran hujan belum lagi terpaan teriknya panas matahari serta sengatan nyamuk hutan bakau, namun semangat kakek tujuh anak dan tujuh cucu itu tak pernah pudar dalam mengarungi daerah aliran sungai (DAS) untuk mendapatkan biota laut seperti udang, ikan dan kepiting di perairan Teluk Aru, Langkat.Menurut Wa Brwon, keberhasilan setiap orang dalam menjalankan usahanya, selain giat bekerja dan jujur juga harus menyisihkan uang hasil yang didapat untuk ditabung. Kita harus menabung minimal sepuluh persen dari hasil keuntungan setiap hari, ujarnya ketika ditemui SIB, Jumat (4/9) di salah satu bot miliknya yang baru saja pulang melaut di Tangkahan Jalan Pembangunan.Ada istilah yang selalu saya pegang dalam menjalani hidup ini, kata Wa Brwon, " Waktu kecil kau susah/miskin itu bukan salahmu, tapi ketika kau sudah dewasa hingga menjelang akhir hidupmu masih tetap miskin itu jelas kesalahan mu sendiri. Dan ketika ekonomi meningkat ingatlah waktu susah. Ungkapan ini selalu saya jadikan sebagai cambuk bagi diri sendiri maupun terhadap anak-anak ku yang sudah berumah tangga dalam menggapai cita-cita untuk hidup lebih layak. Dan meski saat ini usahanya meningkat," tapi pola hidup keluarga harus tetap dijaga termasuk hubungan sosial di tengah masyarakat". Jadikanlah apa yang diraih orang lain sebagai motivasi untuk anda. Yakinlah anda pasti bisa dan tetaplah bersyukur dengan apa yang anda miliki saat ini," ujarnya mengakhiri perbincangan bersama SIB. (B04/y)