Zainal Sembiring Tanam Belasan Ribu Pohon Mangrove Tanpa Bantuan Orang Lain

- Minggu, 28 Agustus 2016 16:21 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/08/hariansib_Zainal-Sembiring-Tanam-Belasan-Ribu-Pohon-Mangrove-Tanpa-Bantuan-Orang-Lain.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Lesman Simamora
Terlihat pohon-pohon bakau mulai rimbun yang diusahai keluarga Sembiring di Desa Lubuk Kertang.
Brandan Barat (SIB)- Salah satu upaya untuk menyelamatkan lingkungan secara khusus kawasan hutan mangrove diperlukan penghijauan kembali, baik dilakukan secara pribadi maupun kelompok tani termasuk organisasi nelayan dengan cara menanam serta merawat berbagai jenis pohon mangrove.Demikian dikatakan seorang nelayan tradisional yang juga petani mangrove, Zainal Arifin Sembiring saat  ditemui SIB di kediamannya di Dusun II, Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat, Langkat baru-baru ini.Sebagai nelayan dan petani, ia prihatin melihat kondisi kawasan hutan mangrove yang telah hancur hingga mencapai 3000 hektar dan beralihfungsi menjadi perkebunan kelapa sawit tanpa izin di desanya dan umumnya di pesisir pantai 9 kecamatan di Kab Langkat.Melihat kondisi lahan rusak seperti itu, Zainal, ia dibantu istri dan putra-putranya mencoba melakukan penghijauan menanam belasan ribu pohon bakau di atas lahan kurang dari satu hektar tanpa bantuan orang lain maupun pihak pemerintah.Dari mulai persiapan lahan, pengadaan bibit, penanam serta perawatan pohon hingga saat ini, dari hasil jerih payah keluarga sendiri, kini usia tanaman telah mencapai empat tahun dengan ukuran besarnya pohon rata-rata mencapai 2 inci.Selain penghijauan bermanfaat untuk melestarikan lingkungan, juga di atas lahan tersebut tumbuh menjadi tempat berkembang biaknya kepiting, ikan, udang dan biota laut lainnya yang kelak hasilnya akan dinikmati nelayan itu sendiri, ucap Sembiring.Sementara itu, mantan Wakil Ketua HNSI Langkat, Saiful Amri kepada SIB, sangat mengapresiasi upaya kerja keras yang dilakukan keluarga Zainal Arifin Sembiring menghijaukan lahan kritis dengan modal sendiri. " Kerja keras Sembiring ini pantas mendapat penghargaan serta bantuan dana dari pemerintah," ujarnya.Lanjut dia, apa yang dilakukan Sembiring telah menjadi bahagian dari upaya penyelamatan pesisir patai dan laut, melalui penanaman pohon-pohon mangrove meski lahan yang dihijaukan relatif kecil, tapi itu pantas didukung pemerintah daerah.Dikatakan, selain manfaat hutan mangrove untuk manusia seperti mencegah intrusi air laut, erosi dan abrasi pantai, pencegah dan penyaring alami, juga sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa.Sedangkan manfaat mangrove di bidang ekonomi, berbagai jenis pohon bakau dapat dijadikan sebagai bahan bangunan, sebab batang dan kayunya lurus dan dapat bertahan mencapai 50 tahun lamanya. Dan hutan mangrove juga akan dapat menghasilkan ikan/udang, kepiting dan biota laut lainnya yang hasilnya cukup lumayan untuk dinikmati para petani dan nelayan, terang Saiful. (B05/d)


Tag:

Berita Terkait

Profil

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Edukatif Pesantren Darularafah Raya di Fuel Terminal Medan

Profil

Cipta Kondisi di Rantauprapat, Polres Bersama Kodim dan Pemkab Labuhanbatu Patroli Gabungan

Profil

Libur Panjang Imlek 2026, Jasamarga Catat Peningkatan Volume Lalin di 6 Ruas Tol Regional Nusantara

Profil

Dicegat saat Naik Motor, Pemuda Asal Sinaksak Dibekuk Polisi di Tanjung Pinggir

Profil

Polres Tanah Karo Gelar Razia Penyakit Masyarakat, 18 Orang Diamankan

Profil

Ops Keselamatan Toba 2026 Berakhir, Tilang dan Kecelakaan di Tanjungbalai Nihil