Demi Indonesia Sejahtera, Prof Soekirman Ingin Wariskan Ilmu Gizi

- Minggu, 29 Januari 2017 13:10 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir012017/hariansib_Demi-Indonesia-Sejahtera--Prof-Soekirman-Ingin-Wariskan-Ilmu-Gizi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Prof Soekirman
Membangun bangsa tidak cukup hanya dengan ekonomi belaka. Untuk mencapai kesejahteraan, pembangunan bukan hanya membutuhkan pendidikan, tapi juga gizi yang baik untuk rakyat. Itulah sebabnya Profesor (emeritus) Soekirman mengkampanyekan pentingnya pembangunan dan gizi."Pembangunan juga butuh gizi. Itulah perlunya gizi dan pembangunan yang menyejahterakan rakyat. Berbuat sesuatu yang dirasakan langsung oleh orang miskin," ujar Soekirman beberapa waktu lalu pada peluncuran buku "Gizi Pembangunan: Kumpulan Tulisan Prof. Soekirman 1962-2015 di ANZ Tower, Jakarta.Sejak tugas di Aceh pada tahun 1960-an, Soekirman senang menulis mengenai bidang profesinya yaitu gizi dan kesehatan masyarakat. Berbeda dari kebanyakan ahli gizi yang menulis tentang gizi dari aspek makanan dan penyakit, Soekirman lebih banyak menulis tentang gizi dari aspek pembangunan manusia. Fokus tulisan Soekirman adalah kaitan gizi dengan ekonomi."Buku ini sebetulnya ungkapan syukur, bahwa saya dikasih umur hingga 80 tahun. Saya telah menjadi profesor hampir 20 tahun. Ada beban moral untuk menghasilkan sesuatu. Jadi saya ingin membuat buku ini agar bisa dibaca banyak mahasiswa saya," ujar pria kelahiran 2 Agustus 1936 ini.Beberapa tulisan yang dirangkum termasuk masalah kesenjangan dan kemiskinan, pendidikan, kependudukan, lingkungan terutama sanitasi dan air bersih. Bahkan ada pula bahasan yang mengaitkan gizi dengan politik. Meskipun bukan seorang ekonom, Soekirman cukup betah di Bappenas, karena dapat menyampaikan pikiran-pikirannya di bidang gizi dan kesehatan masyarakat dengan bahasa ekonomi dan bahasa pembangunan pada umumnya.Soekirman memulai kariernya sebagai ahli gizi masyarakat pada Dinas Kesehatan, Provinsi Daerah Istimewa Aceh di Kutaraja (sekarang Banda Aceh) pada tahun 1960-1965. Sesudah kembali ke Jakarta, Soekirman diperbantukan oleh Departemen Kesehatan kepada Bappenas sebagai Staf Perencana.Selama di Bappenas, Soekirman juga berstatus sebagai dosen di IPB, sampai diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Gizi pada tahun 1991. Dia kembali mengajar penuh di IPB sampai pensiun sebagai Guru Besar pada tahun 2006. Selain di IPB, Soekirman juga mengajar sebagai dosen tamu di UGM, UNHAS, dan UKI Jakarta. Sejak 5 tahun terakhir, Soekirman diangkat sebagai Guru Besar tidak tetap di FK-UKI.Sebelum pensiun sebagai pegawai negeri tahun 1996 di Bappenas, ia menjabat sebagai Direktur Kesehatan dan Gizi, kemudian Deputi Bidang Sosial Budaya dan terakhir Deputi Sumber Daya Manusia. Selama 20 tahun di Bappenas, Soekirman menjalani kariernya sebagai perencana bidang SDM di bawah pimpinan menteri-menteri Widjojo Nitisastro, JB Sumarlin, Saleh Afiff, dan Ginandjar Kartasasmita.Soekirman juga mendirikan Yayasan Fortifikasi Pangan (KFI), suatu yayasan nirlaba non pemerintah, dan independen yang memusatkan perhatian untuk membantu pemerintah lebih menyehatkan masyarakat, terutama masyarakat miskin, dengan memperbaiki gizinya melalui upaya Fortifikasi Pangan.Soekirman menyandang gelar Master of Professional Studies di bidang International Development (MPS-ID) tahun 1974 dan gelar PhD di bidang International Nutrition tahun 1983, keduanya dari Cornell University, Ithaca New York. Sebelumnya, dia meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat di FKM UI Jakarta (1969) dan gelar BSc Gizi dari Akademi Gizi, Kementerian Kesehatan tahun 1960. (Beritasatu.com/ r)


Tag:

Berita Terkait

Profil

Sarang Narkoba di Mual Mas Bilah Hulu Digerebek, Gubuk Sabu di Lahan Sawit Dibakar

Profil

Sidang Dugaan Korupsi Lahan Eks PTPN II, Enam Saksi Tegaskan Skema KSO

Profil

Pengendara Bawa Sabu Ditangkap Polisi Setelah Dibuntuti

Profil

Pencarian Korban Banjir Dipertanyakan Warga Sibabangun

Profil

Terekam CCTV, Diduga Hendak Marampok, Tiga Penjahat Aniaya Seorang Pria di Belawan

Profil

HUT ke-42 Punguan Manik Tebingtinggi Ajak Rajut Kebersamaan dan Pererat Persaudaraan