Martin Chandrawinata, Insinyur Indonesia yang Ikut Bangun Bay Bridge

- Minggu, 26 Februari 2017 17:26 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir022017/hariansib_Martin-Chandrawinata--Insinyur-Indonesia-yang-Ikut-Bangun-Bay-Bridge.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Martin Chandrawinata
Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Martin Chandrawinata ini tak pernah menyangka akan ikut terlibat dalam proyek pembangunan perpanjangan Bay Bridge di San Francisco Amerika Serikat. Alasannya, karena ketatnya kompetisi dan minimnya pengalaman kerja setelah ia lulus pascasarjana dari Universitas California, Berkeley. Namun kini semua itu bukanlah sebatas mimpi. Namanya berada dalam daftar pekerja di proyek tersebut. "Melihat Golden Gate Bridge pagi-pagi waktu itu, saya benar-benar takjub ya. Saya juga pernah bilang, seperti berbisik ke Tuhan begitu, kalau misalnya saya ingin bangun jembatan seperti ini," kata Martin, Selasa (14/2). Doa insinyur teknik sipil lulusan Universitas Alabama di Birmingham ini terjawab, saat ia dipercayakan ikut menangani proyek Bay Bridge beberapa bulan setelah mulai bekerja."Waktu saya dapat kerja seperti ini, seperti mimpi menjadi kenyataan buat saya. Cita-cita saya tercapai. Juga bukan hanya saya bisa kerja di sini, kebetulan bos saya menugaskan jadi fotografer dan kebetulan saya juga suka fotografi. Jadi, saya bisa terlibat membangun jembatan ini dan mendokumentasikannya, rasanya terima kasih kepada Tuhan saja tak cukup," kata Martin.Bay Bridge adalah salah satu jembatan favorit Martin, bahkan anak-anaknya menyebut jembatan tersebut 'jembatan ayah mereka'. Sejak kecil, Martin memang sudah tertarik dengan gedung-gedung tinggi. Tetapi kekagumannya pada jembatan memberikan perspektif lain dalam dirinya."Jembatan itu sebenarnya sebuah seni untuk para insiyur. Seperti jembatan yang ini, contohnya. Kalau saya lihat ini, elegan, panjang, saya berpikir, bagaimana orang bisa menyeberang dari sisi satu ke sisi satu yang lain, kalau tidak ada jembatan," ujar Martin.Setelah proyek pembangunan Bay Bridge selesai, Martin mulai melirik teknologi baru yang dapat memberinya nilai tambah di bidang konstruksi. "Saya melihat sisi teknologi, seperti drone dalam pembangunan itu sangat bisa membantu. Jadi, saya lagi belajar untuk mengambil izin Federal Aviation Administration (FAA) untuk menjadi pilot," jelas dia.Sebagai diaspora Indonesia di Amerika yang meniti karier di bidang konstruksi, Martin memiliki pesan khusus bagi anak-anak muda yang ingin menjalani profesi serupa. "Kita selalu bangun ya, kita selalu butuh tempat tinggal, kita selalu butuh infrastruktur untuk membangun ekonomi. Jangan pernah berkecil hati, belajar dengan keras, selalu bekerja keras, berteman dengan banyak orang. Juga jangan lupa berdoa kepada Tuhan karena tidak ada yang mustahil," pesan Martin. (V04/d)


Tag:

Berita Terkait

Profil

Polisi Tangkap Tiga Pencuri Batik Senilai Rp 1,3 Miliar di JICC

Profil

Tudingan Setoran Fantastis Rp 1 Miliar, Kapolres Bima Kota Jadi Sorotan

Profil

Mabes Polri Proses Eks Kapolres Bima Kota, Oknum Terlibat Terancam Sanksi

Profil

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Edukatif Pesantren Darularafah Raya di Fuel Terminal Medan

Profil

Cipta Kondisi di Rantauprapat, Polres Bersama Kodim dan Pemkab Labuhanbatu Patroli Gabungan

Profil

Libur Panjang Imlek 2026, Jasamarga Catat Peningkatan Volume Lalin di 6 Ruas Tol Regional Nusantara