Nurhayati Subakat, Kisah Sukses Bangkit dari Keterpurukan

- Minggu, 28 Mei 2017 19:31 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir052017/hariansib_Nurhayati-Subakat--Kisah-Sukses-Bangkit-dari-Keterpurukan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sosok Nurhayati Subakat merupakan salah satu dari sekian banyak pengusaha wanita sukses Indonesia. Dia merupakan pendiri sekaligus pemilik merk kosmetik Wardah Cosmetics. Saat ini Nuhayati Subakat merupakan CEO dari PT Paragon Technology and Innovation, sebuah perusahaan yang mengelola merk kosmetik Wardah, Make Over, dan perawatan rambut Putri dan IX.Ada kisah penuh inspirasi bagaimana Nurhayati Subakat bisa membangun usahanya sehingga dikenal sebagai salah satu kosmetik terlaris. Nurhayati Subakat, lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat pada 27 Juli 1950. Ia merupakan anak kedua dari delapan bersaudara.Di Padang Panjang, dia sekolah di Pondok Pesantren Diniyyah Puteri hingga kemudian pindah ke Padang dan melanjutkan sekolahnya di Padang. Sejak kecil, Nurhayati Subakat memiliki otak yang cerdas, terbukti gadis minangkabau ini berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) di jurusan Farmasi. Di kampus itu juga ia bertemu dengan lelaki yang kini menjadi suaminya yaitu Subakat Hadi.Setelah menyelesaikan kuliah tepat waktu, ia kemudian pulang ke kampung halamannya di Sumatera Barat dan bekerja di rumah sakit di kota Padang sebagai seorang Apoteker. Setelah lama bekerja di rumah sakit, Nurhayati Subakti kemudian pindah ke Jakarta dan bekerja di perusahahan kosmetik terkenal sebagai staf quality control.Mulai Merintis Usaha SendiriKarirnya diperusahaan tersebut kemudian menanjak, namun Nurhayati Subakat kemudian memilih keluar dari perusahaan dan memilih untuk merintis usaha sendiri. Berbekal pengalaman ketika bekerja di perusahaan kosmetik tersebut, ia kemudian mencoba untuk membuat produk sampo bermerk Puteri.Usahanya produk sampo tersebut ia jalankan di rumahnya sendiri dengan dibantu oleh satu karyawan yaitu pembantunya sendiri. Nurhayati Subakti kemudian memperkenalkkan produknya di salon-salon yang berada di wilayah Jakarta. Pelan tapi pasti, produknya kemudian mulai diterima di masyarakat.Jatuh Bangun Dalam BerusahaMeskipun Industri rumahan, usahanya berkembang pesat berkat kejelian melihat peluang pasar. keuangan perusahaan kemudian terus meningkat. Dia bahkan mendirikan PT Pusaka Tradisi Ibu dalam memanajemen usaha shamponya.Seperti kata pepatah 'Semakin tinggi pohon maka angin angin yang menerpa'. Cobaan datang beberapa tahun kemudian. Lima tahun setelah usahanya berkembang pesat, pabrik miliknya terbakar.Kejadian tersebut membuat nasib usaha shampo milik Nurhayati Subakti berada di titik nadir. Pabrik terbakar dan utang di bank yang belum lunas membuatnya sempat ingin menutup usahanya dan belum lagi ia memiliki karyawan yang harus dibayar gajinya."Namun disinilah titik balik dari Nurhayati Subakat. Ia menolak menyerah dengan keadaanya.  Ia mencoba memulai dari nol lagi. Modal usaha ia peroleh dari tabungan suaminya, dana tersebut kemudian ia pakai untuk membayarkan gaji karyawannya dan mencoba membangun pabriknya kembali.Pabriknya yang baru akhirnya berdiri dari beroperasi lagi, selain itu ia kemudian mencoba untuk melakukan inovasi baru dengan membidik konsumen muslimah yang pada akhirnya meluncurkan produk yang kemudian dikenal dengan nama Wardah pada tahun 1995 dan juga mulai masuk di pasar tata rias.Kosmetik tersebut dengan cepat diterima oleh masyarakat khususnya kaum musliimah. terbukti di tahun 1999 hingga 2003, penjualan produk kosmetik Wardah melonjak drastis. Dengan cepat, Wardah berhasil menjadi salah satu produk kosmetik pilihan muslimah Indonesia.Strategi pasar dan promosi yang bagus disertai manajemen yang kuat membuat produk Nurhayati Subakat ini dengan cepat mengusai pasar kosmetik nasional. Distribusi produknya bukan hanya nasional saja melainkan tembus ke pasar mancanegara seperti Malaysia.Di tahun 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu milik Nurhayati Subakat kemudian berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation yang menaungi ratusan item kosmetik dengan pertumbuhan usaha sangat tinggi.Kerja keras Nurhayati Subakat tidak sia-sia, saat ini ia memiliki ribuan karyawan dan puluhan cabang yang tersebar di Indonesia. Produknya kini berkembang mencakup perawatan kulit dan juga perlengkapan make-up. Ia bahkan pernah terpilih sebagai salah satu CEO (Chief Executive Officer) terbaik di Indonesia. (Biografiku.com/l)


Tag:

Berita Terkait

Profil

Polisi Tangkap Tiga Pencuri Batik Senilai Rp 1,3 Miliar di JICC

Profil

Tudingan Setoran Fantastis Rp 1 Miliar, Kapolres Bima Kota Jadi Sorotan

Profil

Mabes Polri Proses Eks Kapolres Bima Kota, Oknum Terlibat Terancam Sanksi

Profil

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Edukatif Pesantren Darularafah Raya di Fuel Terminal Medan

Profil

Cipta Kondisi di Rantauprapat, Polres Bersama Kodim dan Pemkab Labuhanbatu Patroli Gabungan

Profil

Libur Panjang Imlek 2026, Jasamarga Catat Peningkatan Volume Lalin di 6 Ruas Tol Regional Nusantara