Presiden China Xi Jinping

Anak Pendiri Partai, Rela Antri Beli Bakpao

- Minggu, 04 Juni 2017 12:08 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir062017/hariansib_Anak-Pendiri-Partai--Rela-Antri-Beli-Bakpao.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Xi Jinping, putra dari veteran komunis Xi Zhongxun (1913-2002), mengawali sebagian besar karir politiknya di Propinsi Fujian. Dia dikenal sebagai orang yang memiliki sifat keras dan menentang korupsi. Posisinya di kancah perpolitikan China membuatnya menjadi penerus kelima, menggantikan Hu Jintao, sebagai Sekretaris Jenderal dan pemimpin tertinggi dari Partai Komunis Tiongkok.Sejak 14 Maret 2013 lalu, dia terpilih sebagai Presiden China lewat pemungutan suara yang digelar oleh Kongres Rakyat Nasional di Beijing. Ia memperoleh 2.952 suara, dengan satu suara tidak setuju dan tiga suara abstain.Xi Jinping berasal dari etnis mayoritas Han di Fuping, Provinsi Shaanxi. Xi adalah insinyur teknik kimia dari Universitas Tsinghua dan meraih gelar doktor hukum dari sekolah ilmu sosial dan sastra Universitas Tsinghua dengan kekhususan mengenai ideologi dan teori Marxis serta pendidikan politik. Karir politiknya dibangun dari usia muda, 16 tahun, saat ia mulai mengikuti pendidikan kepemudaan PKC di Kota Yanchuan, Provinsi Shaanxi dan dalam usia 21 tahun (1974) bergabung menjadi anggota PKC. Karir politiknya berlanjut saat menjadi mahasiswa di Departemen Rekayasa Kimia, Universitas Tsinghua (1975-1979). Setelah itu, Xi menghabiskan karirnya sebagai pengurus partai yang menangani urusan militer, menjadi wakil ketua dan ketua partai daerah di Provinsi Hebei (1979-1985). Sukses di Hebei, Xi kemudian menjadi anggota komite tetap PKC di Xiamen, Provinsi Fujian, Wakil Wali Kota Xiamen, hingga menjadi ketua partai di Fujou dan Ketua Fujou Military sub-region (1985-1995). Masih di Provinsi Fujian, Xi kemudian menjabat Wakil Ketua PKC Fujian dan mengetuai Fujian Provincial Antiaircraft Artillery Reserve Division (1996-1999). Pada tahun 1999-2002 selain menjabat sebagai Wakil Ketua PKC Fujian, ia juga menjadi pelaksana Gubernur Provinsi Fujian dan kemudian menjadi Wakil Ketua Komite Mobilisasi Pertahanan Nasional di kawasan militer Nanjing dan kemudian ketua komite yang sama di Fujian. Lagi-lagi, sukses di Fujian, Xi kemudian dipindah menjadi Wakil Ketua PKC Provinsi Zhejiang dan pelaksana Gubernur Provinsi Zhejiang serta ketua Komite Mobilisasi Pertahanan nasional. Selama 4 tahun di Zhenjiang (2003-2007), karir Xi terus meroket hingga menjadi Ketua PKC dan Komite Tetap PKC Provinsi Zhejiang. Pada tahun 2007, Xi dipromosikan menjadi Ketua PKC Shanghai dan Ketua Komando Garnisun Shanghai. Barulah setelah 2007, Xi menjadi pejabat PKC di tingkat pusat dengan menjadi anggota Komite Tetap dan Politbiro Komite Pusat PKC serta menjadi Presiden Sekolah PKC pusat (2007-2008). Selanjutnya pada 2008-2012, selain tetap menduduki jabatan yang sama, Xi pun dipilih menjadi Wakil Presiden RRC dan berbagai jabatan tinggi kemiliteran di China, sebelum akhirnya terpilih menjadi Ketua PKC pada tahun 2012 dan Presiden RRC pada tahun 2013. Melihat track record karir Xi Jinping yang panjang dan keberhasilan memimpin beberapa daerah dalam kapasitasnya sebagai ketua partai daerah, jabatan presitisius yang lebih tinggi dari gubernur, tidak terlihat keraguan masyarakat China terhadap kemampun Xi memimpin negara. Terlebih dari track recordnya terlihat bahwa Xi juga bukan hanya sekedar pemimpin partai saat di daerah, tetapi juga pemimpin militer yang berperan penting dalam kehidipan bernegara. Dengan track record kepemimpinan yang jelas, tidak ada alasan untuk menuduh bahwa Xi naik ke posisi puncak karena ia seorang pangeran, anak seorang pendiri partai (bapaknya, Xi Zhongxun, adalah pendiri PKC bersama-sama dengan Mao Zedong). Karirnya dibangun dari bawah dan kerja keras. Bahkan dalam buku 'Xi Jinping, the Future of China', disebutkan bahwa hingga beberapa tahun terakhir, nama Xi Jinping belum bisa dipastikan akan terpilih menjadi presiden karena banyak nama-nama lain yang mencuat dan bersinar seperti Li Keqiang (yang akan menjadi perdana menteri) dan Bo Xilai (yang mental dari elit PKC karena kasus pembunuhan yang melibatkan istrinya). Masih menurut buku tersebut, nama Xi Jinping yang dipilih karena ia memiliki kemampuan lebih dalam memimpin dan menggerakkan berbagai potensi di antara calon-calon pemimpin China generasi lima. Kalau ibarat orkestra, Xi dapat diibaratkan sebagai seorang konduktur yang kalem dan piawai. Dalam pemerintahannya Xi tidak hanya dikenal galak kepada koruptor, namun ia juga bisa merakyat seperti yang pernah dilakukannya antri di rumah makanan untuk membeli bakpao. (kompasiana.com/q)


Tag:

Berita Terkait

Profil

Satu Tahun Berjalan, Program CKG di Kota Medan Capai 96 Persen Sekolah

Profil

Dinkes Sumut: Anggaran Rp2,7 M untuk Bus Klinik Lapangan, Bukan LC 300 GR Sport

Profil

Sertifikat Lahan Transmigran Kalsel Dipulihkan, Komisi II: Usut Tuntas Oknum yang Terlibat Penghapusan Tanah

Profil

Menohok, Anggota DPR Sebut Pernyataan Jokowi soal UU KPK Tak Tepat

Profil

Usut Dugaan Suap Impor, KPK Buka Kemungkinan Pemanggilan Gito Huang

Profil

Kajatisu CUP II 2026 Ditutup, Ikanas Sumut Juara Umum