Berani Melawan Trump, Ini Sosok Ketua DPR Nancy Pelosi

- Minggu, 27 Januari 2019 12:36 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir012019/5043_Berani-Melawan-Trump--Ini-Sosok-Ketua-DPR-Nancy-Pelosi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Nancy Pelosi

Jakarta (SIB) -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi pada Rabu, 16 Januari 2019 bersuara lantang mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat atau shutdown. Protes Pelosi kepada orang nomor satu di Amerika Serikat ini membuatnya menjadi perhatian.

Nancy Pelosi, 78 tahun, menduduki posisinya sebagai Ketua DPR Amerika Serikat pada awal Januari 2019. Ia terpilih setelah Partai Demokrat merebut kembali kontrol DPR pada tertengahan 2018. Dia mencetak sejarah Amerika Serikat sebagai perempuan pertama yang memegang posisi tersebut.

Pelosi lahir dan besar dari keluarga politikus. Ayahnya pernah berkecimpung di Kongres dan pernah menjadi Walikota Baltimore selama 12 tahun. Kakak laki-lakinya juga pernah menjabat sebagai Walikota Baltimore.

Perjalanan politiknya dimulai secara perlahan sambil fokus membesarkan keluarganya. Ia mengawali karir politiknya dengan bergabung ke Partai Demokrat dengan menjadi relawan kampanye. Pada 1976 sampai 1996, posisinya naik menjadi anggota Komite Nasional Demokrat untuk wilayah California.

Pelosi masuk ke level Kongres Amerika Serikat setelah memenangkan pemilihan khusus untuk Distrik Kedelapan California pada 1987. Posisi ini belum membuatnya berpuas diri. Pada 2002, ia terpilih sebagai Ketua Partai Demokrat di DPR. Selama masa jabatannya, ia membuka landasan baru bagi perempuan dalam panggung politik Amerika Serikat.

Pelosi dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mengkritik. Pada era pemerintahan Presiden George W. Bush, ia mengimbau agar dilakukan penarikan pasukan Amerika Serikat di perang Irak. Pelosi juga meminta agar dilakukan perluasan lapangan kerja, kenaikan gaji, dipermudahnya ke akses pendidikan tinggi dan fasilitas kesehatan yang terjangkau.

Pada awal masa jabatannya sebagai ketua DPR, tanpa takut dia melawan Presiden Trump. Pada Desember 2018, Pelosi bersama Ketua Senat Minoritas Chuck Schumer, mendatangi Trump di Gedung Putih untuk menyampaikan penolakan pembangunan tembok perbatasan Amerika Serikat - Meksiko.

Pelosi dan Trump saling mempertahankan sikap terkait rencana pembangunan tembok perbatasan ini sampai Trump memberlakukan shutdown. Vox mewartakan, 2019 diprediksi akan menjadi tahun perseteruan antara Pelosi dan Trump. (T/l)

Berita Terkait

Profil

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Edukatif Pesantren Darularafah Raya di Fuel Terminal Medan

Profil

Cipta Kondisi di Rantauprapat, Polres Bersama Kodim dan Pemkab Labuhanbatu Patroli Gabungan

Profil

Libur Panjang Imlek 2026, Jasamarga Catat Peningkatan Volume Lalin di 6 Ruas Tol Regional Nusantara

Profil

Dicegat saat Naik Motor, Pemuda Asal Sinaksak Dibekuk Polisi di Tanjung Pinggir

Profil

Polres Tanah Karo Gelar Razia Penyakit Masyarakat, 18 Orang Diamankan

Profil

Ops Keselamatan Toba 2026 Berakhir, Tilang dan Kecelakaan di Tanjungbalai Nihil