Indonesia Jadi Magnet Dua Ratna Dewi Soekarno

- Minggu, 16 Juni 2019 09:35 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2019/06/5853_Indonesia-Jadi-Magnet-Dua-Ratna-Dewi-Soekarno.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Kolase foto Soekarno dan Ratna Sari Dewi (kiri), Kartika Sari Dewi dan Kiran Seegers (kanan)
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dikenal memiliki pesona dan sosok yang kharismatik. Tak salah jika ia mudah menarik perhatian orang lain, baik pria maupun wanita. Kelebihan tersebut sebanding dengan sikap gentleman dan rasa nasionalismenya. Sejarah mencatat dia menikahi sembilan wanita selama hidupnya.

Salah satu yang menjadi sorotan sampai kini adalah pernikahannya dengan Naoko Nemoto, wanita Jepang yang memiliki nama lain Ratna Sari Dewi alias Dewi Soekarno. Wanita ini dikenal memiliki kecantikan luar biasa. Dewi menikah dengan Soekarno pada tahun 1962 ketika berumur 19 tahun.

Mulanya, Dewi berkenalan dengan Soekarno lewat seorang relasi ketika Bung Karno berada di Hotel Imperial, Tokyo. Dewi ini tak cuma cantik, dia juga cerdas dan mengerti soal politik hingga sering berdiskusi dengan Soekarno. Dari kisah cinta itu, mereka mempunyai anak yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno atau akrab disapa Karina. Putri Soekarno dengan istrinya ini memang jarang terekspos sebagaimana putra-putri Soekarno lainnya di Tanah Air. Wajar, sebab Karina tumbuh dan dewasa di negeri orang. Dirinya juga kerap berpindah-pindah mengikuti sang ibu, mulai dari Perancis, Jepang hingga kemudian menetap di Amerika Serikat.

Tetapi siapa sangka, dia mewarisi kecantikan dan kecerdasan dari ibundanya. Rasa nasionalismenya juga terwaris dari sang ayah. Kartika sempat bekerja sebagai seorang wartawan televisi Tokyo. Tetapi ketika ibunya pindah ke Amerika, Karina ikut serta hingga ia bekerja di biro periklanan di kota New York.

Kartika boleh saja tumbuh di luar negeri, namun Indonesia tetap jadi magnet baginya. Beberapa kali dia menyempatkan diri singgah ke Indonesia, entah sekadar untuk berziarah ke makam atau bersilaturahmi dengan keluarga bung Karno yang ada di sini. Sama seperti bapaknya, Kartika juga memiliki dedikasi yang luar biasa untuk bangsa ini.

Pada tahun 1998, ia mendirikan sebuah yayasan bernama Kartika Soekarno Foundation. Yayasan ini berfokus untuk anak-anak Sekolah Dasar, istimewanya lagi yayasan putri pendiri bangsa ini telah menjadi penyalur bagi organisasi dunia seperti UNICEF dan CARE-USA untuk membantu anak-anak di pelosok negeri. Hingga kini yayasan ini masih ada dan terus aktif bergerak membantu sekolah yang tertinggal melalui berbagai program.

Melabuhkan Hatinya kepada Bankir

Kisah kehidupannya memang tak banyak terekspos, termasuk kisah asmaranya.

Kartika Sari Dewi menikah dengan Frits Frederik Seegers, yang saat itu merupakan Presiden Citibank Eropa. Pernikahan yang berlangsung pada tanggal 2 Desember 2005 itu turut dihadiri oleh keluarga besar Soekarno di Belanda. Dari pernikahan ini mereka dikarunia seorang anak tampan bernama Frederik Kiran Soekarno Seegers. Kini Frederik Kiran Soekarno telah beranjak remaja.

Beberapa kali di akun Instagram, Kartika Sari Dewi memposting kebersamaan dengan keluarga kecilnya. Yang kemudian dibanjiri komentar warganet, terutama soal sosok Kiran yang tampan karena mewarisi darah Asia dan Eropa. Banyak pula warganet yang menyebut Kiran memiliki paras yang mirip sang kakek, Soekarno.

Pada 2016 sosok Kiran sendiri sudah dikenal di Jepang, ketika ia dibawa neneknya ke sebuah acara TV. Adapun sang nenek, Ratna Sari Dewi, hingga kini dikenal sebagai publik figur yang disegani di Jepang yang dikenal dengan nama Dewi-fujin.

Punya wajah cantik dan prestasi membanggakan, Kartika ternyata juga punya ikatan emosional dengan Kota Solo. Lantaran dedikasinya kepada dunia sosial dan pendidikan, Kartika beberapa kali mendapatkan penghargaan dan gelar kebangsawanan dari sejumlah organisasi. Termasuk yang istimewa adalah pada tahun 2008 lalu.

Di mana dia bersama keluarga kecilnya datang ke Solo untuk mendapatkan gelar kebangsawanan dari Keraton Surakarta. (Tribunsolo/f)

Berita Terkait

Profil

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Edukatif Pesantren Darularafah Raya di Fuel Terminal Medan

Profil

Cipta Kondisi di Rantauprapat, Polres Bersama Kodim dan Pemkab Labuhanbatu Patroli Gabungan

Profil

Libur Panjang Imlek 2026, Jasamarga Catat Peningkatan Volume Lalin di 6 Ruas Tol Regional Nusantara

Profil

Dicegat saat Naik Motor, Pemuda Asal Sinaksak Dibekuk Polisi di Tanjung Pinggir

Profil

Polres Tanah Karo Gelar Razia Penyakit Masyarakat, 18 Orang Diamankan

Profil

Ops Keselamatan Toba 2026 Berakhir, Tilang dan Kecelakaan di Tanjungbalai Nihil