Medan (SIB)- Menghadapi Ujian Nasional (UN) 2016, SMK Negeri 2 terus melakukan penambahan jam belajar, simulasi UN, serta membahas soal-soal menjelang pemberlakuan UN berbasis komputerisasi.
“Untuk mendukung program itu, dari 544 orang siswa SMK N 2 terpaksa pihak sekolah menyiapkan komputernya, karena itu merupakan persyaratan dari pusat, di mana jumlah siswa dibagi tiga, plus 10 persen, jadi 198 komputer ditambah servernya 5 jadi yang kami siapkan 205 komputer dan ini semua sudah ada dan kami juga sudah melakukan simulasi UN dan hasilnya cukup baik,†ujar Kepala SMK Negeri 2 Sukardi SPd MM diwakili Wakasek Kurikulum Drs Deston Tarigan kepada SIB, Selasa (1/3) di SMKN 2, Jalan STM Medan.
Dijelaskan, dengan keluarnya peraturan yang menggunakan komputerisasi pada UN di tingkat SMK Negeri, maka menyiasati itu pelu penambahan pelatihan dan sosialisasi pada anak didik sebab program itu masih perdana. Sehingga anakanak yang akan menggunakan komputer pada ujian nasional tidak kewalahan dan tidak menjadi kendala.
Karena itu tambah Tarigan, untuk melihat langsung kesiapan SMKN 2 menggunakan komputer, Komisi X DPRD juga telah melihat langsung simulasi ujian nasional yang dilakukan pada Februari 2016 lalu dan hasilnya baik.
“Komisi X DPRD itu mengatakan, bahwa 100 persen siswa SMKN 2 telah mampu melakukan ujian komputerisasi dan hasilnya cukup baik,†katanya. Ketika disinggung soal persen ke lulusan SMKN 2, Tarigan mengatakan, optimis lulus 100 persen.
Sebab pelatihan dan penambahan jam belajar dan gratis itu mampu memotivasi siswa lebih belajar dan mampu menjawab soal-soal UN nantinya. “Kami yakin akan lulus 100 persen walau pertama kali siswa menggunakan komputer pada UN, karena itu kami pengajar semuanya menggenjot dengan menambah les, simulasi sehingga benar-benar mampu menggunakan komputer dengan baik,†katanya. Dijelaskannya,
UN di tingkat SMKN ada yang masih manual dan juga ada yang komputerisasi, di mana SMKN yang komputerisasi SMK Negeri 1, SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 10, sementara SMK negeri lainnya masih melakukan UN dengan cara manual.
“Kami bangga bahwa SMKN 2 hingga saat ini sudah banyak perusahaan yang datang meminang anak didik kami untuk bekerja diperusahaannya, tetapi karena belum tamat sekolah terpaksa ditunda. Tetap walau banyak tawaran kerja, banyak juga anak didik kami yang melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi,†pungkasnya. (A14/y)