Medan (SIB)- Memperingati perayaan Paskah Tahun 2016, siswa TK dan SD Perguruan Kristen Immanuel Medan (PKIM) menggelar kebaktian dan nonton bersama di aula PKIM, Jalan Slamet Riyadi No 1, Medan Polonia, Rabu (23/3).Acara tersebut dihadiri ratusan siswa siswi, guru dan orang tua. Renungan diambil dari Yohanes 3:16 yang dibawakan Pdt R Simanungkalit MTh.Ia mengatakan, Yesus mati supaya aku hidup oleh anugerahNya. Yesus hidup kembali, supaya hidupku lebih berarti. Kasih Allah dalam diri Yesus menjadi dasar pengorbanan terbesar di dunia ini ketika Yesus mati di kayu salib.Kasih yang sama itulah yang harus dihidupi anak-anak Tuhan (siswa siswi Perguruan Kristen Immanuel Medan) dalam memperingati momentum Paskah. Sehingga anak-anak Tuhan tampil sebagai agen pembawa damai dan pewarta kasih Allah.Usai khotbah, siswa kelas V SD menampilkan paduan suara berjudul "Walau ku tak dapat melihat," siswi kelas II SD Quntinya Pasaribu membacakan puisi berjudul "Teladan", koor TK berjudul "Tanda paku di kaki dan tangan" dan "Hidup selamanya", paduan suara kelas III SD berjudul "Yesus Tuhan".Sebelum memulai renungan yang dibawakan Pdt R Simanungkalit MTh, pendeta mengajak siswa siswi bernyanyi berjudul "kasih Yesus manis dan indah" dan membagi-bagikan apel kepada beberapa siswa.Antusias siswa tampak jelas dengan menyimak apa yang diceritakan pendeta. Dalam cerita tersebut digambarkan sebuah pohon apel dan seorang anak. Pohon apel tersebut rela kehilangan buah untuk makanan anak itu, rantingnya untuk gubuk, serta batang untuk perahu si anak.Pohon apel saja rela berkorban untuk hidup anak tersebut sampai tua, apalagi Tuhan Yesus yang rela memberikan apa saja dan mati untuk hidup yang kekal kepada umat manusia. Acara tersebut diakhiri dengan nonton bersama berjudul "The Passion of the Christ" dan membagikan bingkisan dan telur Paskah kepada ratusan siswa siswi TK-SD. (A18/ r)