Jakarta (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan Kemdikbud tengah mengembangkan standar-standar bangunan sekolah yang aman dari bencana untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam.Anies di Jakarta, Senin, mengatakan Kemdikbud akan menyeragamkan karakteristik dan spesifikasi material konstruksi bangunan untuk seluruh bangunan sekolah.Sedangkan bentuk arsitektur bangunannya diberikan kebebasan untuk bervariasi sesuai dengan kebutuhan desain bangunan sekolah di daerah masing-masing."Sekolah-sekolah kita dibangun seragam, standarnya sama di semua tempat. Sekarang yang sedang dikembangkan adalah karakteristiknya, spesifikasi kebutuhannya yang sama. Bentuknya diberikan ruang untuk variasi," kata Anies.Penentuan spesifikasi material tersebut, lanjut Anies, agar bangunan sekolah tahan terhadap guncangan gempa serta tidak mengalami kerusakan dan korban jiwa saat terjadi bencana.Ia mengatakan Kemdikbud sudah membahas hal tersebut dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk penentuan model-model bangunan serta material infrastrukturnya."Dengan (Kementerian) PU kita sudah bicara banyak sekali model-model yang bisa kita pakai, ada yang menggunakan kayu, bambu. Jadi tidak selalu bangunan sekolah seperti yang kita pahami selama ini," kata dia.Mantan rektor Universitas Paramadina tersebut mengemukakan pihak sekolah bisa memberikan nuansa kearifan lokal pada desain arsitektur sekolah karena diberikan kebebasan dalam variasi rancang bangun. "Jadi kita mau mengembangkan yang seragam tapi beragam," kata dia.Selain itu Kemdikbud juga menyosialisasikan program kelas aman asap kepada sekolah-sekolah untuk mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap."Ada program kelas aman asap, sudah disosialisasikan ke daerah-daerah. Ada 10 provinsi yang kita target, dan di tempat itu semua sudah mendapatkan cara-caranya untuk membuat kelas aman asap," kata Anies.Pembuatan kelas aman asap sendiri sudah diuji coba pada tahun 2015 dengan menggunakan alat yang menghisap asap berbahaya dan mengalirkan udara jernih dan beberapa cara lain. Rencananya uji coba tersebut akan diberlakukan untuk mengantisipasi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan.(Ant/c)