PWKI Sumut Minta Muatan Lokal pada PAUD Play Grup Berisi Moral Agama

- Rabu, 13 April 2016 18:19 WIB
Medan (SIB)- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Sumut Ny GS Panggabean Br Pardede SH meminta pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan setingkatnya seperti play grup memasukkan unsur muatan lokal yang berisi moral agama. “Sebagai ketua, saya pun meminta pada kader PWKI untuk semakin giat menyelenggarakan PAUD dan sejenisnya dalam maksud menempa masa depan generasi gereja,” tegasnya saat memberi arahan dalam pengukuhan 6 Pengurus Anak Cabang (PAC) PWKI Medan, Senin, (11/4), di Gereja HKBP Ampera Medan.Menurutnya, dengan memerhatikan dan memasukkan muatan lokal maka warisan nonbenda dari leluhur yang sejalan dengan pendidikan agama, tak hilang selain menjadikan generasi muda gereja memiliki integritas dan komitmen bermartabat. “Kadang saya miris. Saya harus mengakui, PWKI kalah kebanding mitranya organisasi agama lain yang punya grand design dalam mengadakan PAUD. Bukan berarti PWKI tak mampu tapi belum fokus,” ujarnya sambil menunjuk langkah selanjutnya PWKI Sumut menyusun strategi dalam pembinaan generasi muda.Ny GS Panggabean Br Pardede menyebut agenda Rakerda III yang dirangkai dengan Perayaan Paskah 2016 PWKI di Gedung Citra Kasih PWKI Sumut Jalan Sei Kuala Medan yang diadakan pada Jumat, (15/4). “Saya imbau semua perempuan yang mengaku Kristen, hadir agar kita sumbang pikir menyusun progam kerja baik untuk u rusan gereja sebagai misionaris rohani maupun sebagai misi sosial di tengah kehidupan bangsa,” tambahnya didampingi Ketua PWKI Medan Dra Tetty Sinaga, sekretaris Hanna Ruth Munthe ST, bendahara Tiolina Panggabean SH, pengurus Sumut Ny Warsadiah Siregar Br Panggabean, Ny Anita Sihite Br Hutauruk, Ny Nancy Sinaga Br Panggabean.Ketua PWKI Sumut menegaskan, dalam perkembangan dunia yang mengglobal, banyak sekali tantangan dalam pendidikan anak. Mulai dari keharusan mengikuti perkembangan berdasar ilmu ilmiah, sampai mengupayakan filter agar ilmu tersebut tidak menggerus kualitas iman anak. Selain itu, hal yang harus dijaga adalah bagaimana warisan leluhur yang menjadi pijakan adat-istiadat tidak hilang. PWKI, ujarnya optimistis mampu memainkan peran tersebut dengan berpegang padaNya. “Itu sebabnya, PWKI harus bergandeng tangan dengan pemerintah dalam menjalankan program dengan memerhatikan konten ajaran yang berisi moral agama. Kita yang mengaminkan Yesus Kristus sebagai pegangan, harus berisi ajaran kasih,” tutupnya.Hadir di acara meriah itu sejumlah tokoh perempuan Kristen yagn bergerak dalam penempaan generasi muda berkualitas seperti St Alimah Br Damanik, aktivis sosial Arni Siringoringo, Rouslinda Nainggolan, Pnt Shinta Sihombing STh, Veronika Magdalena Panjaitan AMd, Ir Valentina Silalahi, Tetty Magdalena Siburian SE, Dr Ester Manurung MPd dan Romauli Aritonang serta penggiat kesehatan manula Drs Ruman Sinaga. (R9/ r)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Kejati Sumut Tahan Tiga Eks Kepala KSOP Belawan, Diduga Rugikan Negara Miliaran

Sekolah

Emas Stabil di 5.173 Dolar AS, IHSG Anjlok 1,37 Persen

Sekolah

Polda Sumut PDTH 61 Personel Terlibat Kasus Narkoba

Sekolah

Polres Batubara Berbagi Kebahagiaan Ramadhan Bersama Anak Yatim

Sekolah

Zakiyuddin Harahap Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid Jami’ dan Perkuat Syiar serta Lindungi Generasi Muda

Sekolah

7 Rumah Rusak Berat Akibat Bencana Longsor di Desa Hiliofanaluo, Pemkab Nisel Diminta Mitigasi Potensi Bencana