Jakarta (SIB)- Saat ini pemerintah tengah menggenjot minat literasi baik dari sisi membaca maupun menulisnya. Untuk mencapai itu, guru dianggap menjadi aspek penting dalam menumbuhkan dan menularkan minat tersebut.Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Purwadi Sutanto mengatakan, Gerakan 1000 Guru Menulis dinilai menjadi cara yang cukup baik dalam mencapai tujuan pemerintah tersebut.Kegiatan atas inisiasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) diharapkan bisa menularkan kecintaan siswa terhadap dunia literasi khususnya membaca nantinya. “Dan hal ini dimulai dari gurunya terlebih dahulu,†ujar Purwadi dalam acara "Gerakan 1000 Guru Menulis" di Gedung F, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sabtu (16/4).Purwadi menjelaskan, acara yang diselenggarakan IGI ini merupakan lanjutan dari literasi yang diadakan Kemendikbud beberapa waktu lalu. Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap bisa dilakukan dan bergulir ke provinsi lainnya. Hal ini berarti tidak hanya berfokus dan dilaksanakan di Jakarta saja.Menurut Purwadi, karya tulis para guru ini nantinya akan dibukukan. Kemudian diberikan ke sekolah-sekolah dengan harapan mampu menumbuhkan kegemaran anak-anak dalam membaca. Dalam hal ini terutama membaca karya tulis para gurunya tersebut.Sampai saat ini, Purwadi mengklaim pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan literasi. Hal ini diterapkan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang salah satu isinya membiasakan anak untuk membaca 15 menit sebelum memulai belajar. Tujuannya, agar mendorong peserta didik dalam menguatkan kebiasaan membacanya. (Rol/c)