Medan (SIB)- Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara meminta peningkatan pengawasan pengamanan soal Ujian Nasional (UN) SMP sederajat tahun ini, untuk menghindari terjadinya kebocoran soal yang dapat berdampak terhadap semakin buruknya integritas pelaksanaan UN di Sumut."Kita minta pengawasan soal UN SMP ini agar lebih diperketat untuk menghindari terjadinya kebocoran soal," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar kepada wartawan di Medan, Selasa (26/4).Abyadi menuturkan, pengawasan tersebut harus lebih diperketat, mulai dari penyimpanan soal di gudang sampai pada pendistribusian ke sekolah-sekolah. Karena menurutnya, kebocoran soal UN sangat potensial terjadi, mulai dari penyimpanan di gudang hingga pendistribusian soal UN."Dari gudang penyimpanan sampai distribusi ke sekolah-sekolah, peluang terjadinya kebocoran ini sangat tinggi. Ini yang harus diantisipasi," tegasnya.Oleh karena itu, Ombudsman meminta pengawasan dilakukan lebih ketat dengan melibatkan aparat kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan selaku penyelenggara UN. Dengan sinergitas antara Dinas Pendidikan dan kepolisian tersebut, diharapkan tidak lagi terjadi kebocoran soal. "Jika pengamanannya sudah melibatkan aparat kepolisian tapi masih terjadi kebocoran, ya kita tidak tahu lagi kepada siapa lagi meminta pengamanan di negara ini," tandasnya. (A06/l)