Binjai (SIB)- Empat siswa SMA Methodist Kota Binjai dinyatakan lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Ketua Yayasan Peterus SH MM didampingi pimpinan sekolah Drs Robert MM mengatakan itu kepada wartawan mengatakan, Jumat (13/5) di ruang kantor yayasan sekolah itu.Yang lulus untuk program Strata I adalah Silviana lulus di Jurusan Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB). Andrew Ng lulus di Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB). Yandoko lulus di Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP). Grace Yolanda Sibarani lulus di Jurusan Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara (USU).Selain itu, siswi SMA Methodist Binjai lainnya, Bela Sintana, meraih nilai tertinggi pada Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2015/2016 untuk jurusan IPS, dengan nilai 521.Menyikapi hasil tersebut, Ketua Yayasan Perguruan Methodist Binjai Peterus, mengaku senang dan bangga. Dia juga mengapresiasi peran para guru dan orang tua siswa."Ini membuktikan kualitas pendidikan di Kota Binjai sudah bagus dan merata. Bahkan para pelajar di kota Binjai, banyak yang hebat-hebat dalam belajar. Hanya kurang promosi dan untuk ke depan kita akan bicarakan masalah ini dengan Pemko Binjai," terangnya."Pesan saya, jika kelak adik-adik sekalian menjadi sukses dan menjadi orang terpandang, mohon jangan lupakan orangtua, guru, teman dan kota asal kita, Binjai," ujar Peterus.Sementara itu, Pimpinan Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI) Kota Binjai Drs Robert MM mengaku, jumlah siswa SMA Methodist Kota Binjai yang masuk di perguruan tinggi negeri, kemungkinan masih akan bertambah. Sebab menurutnya, masih banyak lagi siswa SMA Methodist Kota Binjai yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 yang belum diumumkan hasilnya.Berbicara kiat dalam belajar Drs Robert mengatakan, siswa itu harus diisi dulu hatinya dan dibentuk karakternya, kalau di sini dibuat mereka takut akan Tuhan terbih dahulu. Kemudian guru-guru yang 50 persen sudah S2 itu diminta mengajar dengan ikhlas dan kasih, tambahnya. (A31/q)