Nilai Matematika Terus Jeblok

Nilai UN 1,8 Juta Siswa SMP di Bawah Standar

- Rabu, 15 Juni 2016 17:25 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Sebanyak 41,92 persen dari 4,3 juta siswa SMP atau 1,8 juta siswa nilai rerata Ujian Nasional (UN)-nya tidak memenuhi standar minimal yang ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yakni 55. Secara umum nilai rerata UN nasional mengalami penurunan, meski nilai Indeks Integrasi UN-nya meningkat. "Hasil UN SMP menunjukkan, 41,92 persen siswa SMP kita tidak memenuhi standar 5,5," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Rasyid Baswedan, saat memaparkan hasil UN SMP 2016, di Jakarta, Jumat (10/6). Anies memaparkan, nilai rerata nasional UN 2016 menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2015 nilai vratarata UN SMP mencapai 62,18, maka tahun ini hanya 58,57 untuk SMP, kemudian untuk MTS 59,06, dan 48,36 persen untuk SMP Terbuka. Anies berkilah, turunnya nilai UN tersebut merupakan dampak dari meningkatnya Indeks Integritas UN (IIUN) siswa SMP. "Meningkatnya IIUN membuat nilai UN terkoreksi (turun) sekitar 4 persen," kata Anies. Dengan meningkatnya IIUN, sejumlah nilai mata pelajaran juga mengalami penurunan. Penurunan paling signifikan terjadi di mata pelajaran matematika. "Berdasarkan mata pelajaran koreksi nilai paling banyak di matematika, mencapai 6 poin," sebut Anies. Berdasarkan data Kemdikbud, jumlah peserta UN SMP sederajat tahun ini mencapai 4,3 juta siswa yang berasal dari 60 ribu sekolah SMP. Sebanyak 4,2 juta siswa diantaranya mengikuti UN berbasis kertas dan pensil, serta 156 ribu siswa lainnya menggunakan UN Berbasis Komputer (UNBK). Kemudian data juga mengungkapkan, seanyak 72 persen dari 60.067 sekolah SMP mengalami peningkatan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) pada tahun ini.Dari data yang sama juga menyatakan, sebanyak 44,03 persen, atau 22.634 sekolah mendapat nilai IIUN di atas 80. Prosentase sekolah yang nilai IIUN-nya di atas 80 tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 23,44 persen, atau setara dengan 12.039 sekolah. Menurut Anies, nilai IIUN yang meningkat ini berarti semakin mendekatkan data nilai UN pada kemampuan siswa yang sebenarnya. "Dengan UN yang semakin jujur, maka dapat mengoptimalkan pembinaan sekolah secara lebih baik dan tepat," kata mantan rektor Universitas Paramadina ini. Anies mengapresiasi sejumlah daerah yang menunjukkan peningkatan integritas dalam penyelenggaraan UN. Diantaranya Sulawesi Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sumatera Utara. Sedangkan untuk nilai IIUN tertinggi tahun ini dicapai Yogyakarta, Jakarta, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu dan Kepulauan Riau. Ke depan, kata Anies, soal UN akan dititikberatkan pada kemampuan penawaran dan analisa. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan penawaran dan analisa. "Kemampuan menalar dan menganalisa sangat diperlukan pada masa mendatang, untuk mengantisipasi kecenderungan dunia yang lebih kompleks dan kompetitif," papar Anies.NILAI MATEMATIKATerkait dengan rendahnya nilai matematika, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud, Nizam mengatakan hal tersebut merupakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dari tahun ke tahun. "Matematika dari tahun ke tahun selalu rendah," ujarnya. Rendahnya nilai matematika tahun ini juga disebabkan karena soal-soal matematika di UN 2016 menguji daya penalaran yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. "Ini artinya 41,92 persen siswa SMP kita baru pada sampai tahap memahami apa yang diajarkan, belum sampai pada mengalokasikan, apalagi menalar," jelas Nizam. (KJ/h)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Lapas Labuhan Ruku Gelar Rapat Bahas Penyaluran Bantuan Sosial Selama Ramadhan

Sekolah

Pastikan Mudik Aman, KAI Divre I Sumut Siagakan 31 Lokomotif dan 73 Kereta Laik Operasi

Sekolah

Bupati Humbahas Ingatkan ASN Bekerja Jujur, Berbuat Terbaik dan Jangan Culas

Sekolah

Siswa SMPN 4 Pematangsiantar Torehkan Prestasi Futsal

Sekolah

Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Harli Siregar : Kuatkan Iman dan Ketaqwaan di Era Teknologi

Sekolah

Wali Kota Dukung Cap Go Meh 2026, Perayaan Digelar Usai Tarawih untuk Jaga Toleransi