Jakarta (SIB)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi akan menfasilitasi sebanyak 334 komunitas budaya dan 139 desa adat pada 2016."Pada tahun ini, kami akan menfasilitasi sebanyak 139 desa adat dan 334 komunitas budaya," ujar Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid, di Jakarta, Senin.Program yang diselenggarakan sejak 2013 tersebut merupakan pemberian bantuan pemerintah kepada komunitas budaya dan desa adat yang dimanfaatkan untuk revitalisasi, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas keberadaan komunitas budaya dan desa adat dalam rangka pelestarian budaya.Hingga 2015, Kemdikbud telah menfasilitasi sebanyak 1.226 komunitas budaa dan 156 desa adat.Melalui kegiatan tersebut, akan terbentuk jaringan diantara sanggar-sanggar kesenian."Pemberian bantuan tersebut diharapkan komunitas budaya dan desa adat dapat membuka tangan seluas-lasnya kepada masyarakat yang tertarik untuk belajar tentang kebudyaaan terutama kepada generasi muda."Hilmar mengatakan revitalisasi bukan hal fisik namun juga kesadaran. Tanpa kesadaran, mustahil komunitas budaya dan desa adat bisa bangkit."Merevitalisasi berarti menghidupkan kembali desa adat dan komunitas budaya. Juga bukan berarti ingin hidup di masa lalu, tapi menempuh dengan cara kita sendiri. Dengan adat istiadat yang sudah turun-menurun," jelas dia.Kemdikbud juga menyelenggarakan pelatihan Fasilitas Komunitas Budaya di Masyarakat (FKBM) dan Revitalisasi Desa Adat. Pelatihan tersebut terdiri dari dua tahap yakni di Makassar pada 13 hingga 17 Juni dan di Jakarta pada 20 hingga 24 Juni.Dalam pelatihan FKBM tahap 1 telah dilakukan surat perjanjian kerja sama antara Kemdikbud dengan 113 komnitas budaya dan 51 desa adat. Ada dua komunitas budaya dan dua desa adat yang tidak dapat memenuhi persyarakan dalam verifikasi akhir dan dinyatakan gagal menerima fasilitas.Untuk pelatihan tahap dua diikuti 307 peserta yang terdiri dari 220 komunitas budaya dan 87 desa adat. (Ant/h)