Birmingham (SIB)- Rosie Dutton dari Relax Kids Tamworth punya jurus jitu untuk menjelaskan dampak merusak bullying pada seseorang, dengan dua buah apel. Metode ini dia terapkan saat berkunjung ke sebuah sekolah dasar.Dilansir BoredPanda (25/6), guru wanita asal Birmingham, Inggris ini menunjukkan dua buah apel utuh kepada murid-murid. Kedua apel tersebut tampak identik. Tetapi salah satunya sudah dijatuhkan berkali-kali. Kemudian Dutton meminta murid-murid untuk memegang setiap apel dan membisikkan kata-kata. Apel yang pertama dibisiki kata-kata pujian, sementara apel kedua yang sudah dijatuhkan berkali-kali diberikan kata-kata hinaan."Kemudian saya memotong apel-apel itu. Apel yang kami berikan perlakuan baik terlihat bersih, segar, dan masih mengandung banyak cairan di dalamnya. Apel yang kami katai dengan ucapan-ucapan kasar terlihat memar dan lembek di dalamnya. Saya pikir itulah momen pencerahan untuk anak-anak. Mereka benar-benar memahami, apa yang kami lihat di dalam apel itu, memar, lembek, dan potongan yang rusak itu adalah apa yang terjadi di dalam setiap orang ketika diperlakukan buruk dengan kata-kata atau tindakan orang lain. Ketika seseorang diganggu, terutama anak-anak, mereka merasa benar-benar hancur di dalam dan kadang-kadang mereka tidak menunjukkan atau memberitahu orang lain bagaimana perasaan mereka. Jika kita tidak memotong apel itu, kita tidak akan pernah tahu seberapa besar rasa sakit yang telah kita sebabkan itu.""Tidak seperti buah apel, kita memiliki kemampuan untuk menghentikan hal ini. Kita dapat mengajarkan anak-anak bahwa mengatakan hal-hal buruk terhadap satu sama lain merupakan hal buruk kemudian mendiskusikan bagaimana perasaan orang lain terhadap hal itu. Kita dapat mengajarkan anak-anak kita untuk berdiri untuk satu sama lain dan menghentikan segala bentuk intimidasi."Sejak diunggah di Facebook, tulisan Dutton ini telah menyentuh hati banyak orang. Cerita tersebut viral di dunia maya dan mendapatkan pujian dari berbagai pihak."Wow, saya tidak menduga [tulisan] ini akan mendapatkan reaksi seperti ini," tulisnya di Facebook. "Saya berharap kita bisa mengambil pelajaran dari apel ini... maju dan mulai membuka percakapan dengan anak-anak kita tentang rasa sakit yang bisa disebabkan oleh kata-kata kita." (Merdeka.com/l)