Medan (SIB)- Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap guru pembelajar tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga prestasi dan kualitas siswa yang sedang menimba ilmu di sekolah."Guru pembelajar tersebut mengharuskan mereka menjadi seorang tenaga pendidik yang handal bagi siswa dan dapat memberikan teladan," ujar Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr Mutsyuhito Solin, MPd, di Medan, Selasa.Program guru pembelajar tersebut, menurutnuya merupakan program pemerintah yang harus disambut baik para orangtua, karena untuk menambah ilmu, serta wawasan yang lebih luas bagi siswa."Jadi seorang guru dalam menjalankan profesinya tidak hanya mengajar murid-murid dibangku sekolah, namun juga sekaligus sebagai pembelajar, sehingga mampu menciptakan siswa yang berprestasi," ujar Solin.Ia menyebutkan, melalui pengalaman guru pembelajar itu, dapat melahirkan siswa yang memiliki sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan diharapkan ke depan dapat menjadi calon-calon pemimpin nasional.Bahkan, melalui guru pembelajar itu, para siswa juga diharuskan lebih proaktif menerima pelajaran, sehingga bisa lebih mandiri dan tidak tergantung dengan guru.Para guru pembelajar tersebut dengan siswanya harus saling berkomunikasi dan selalu berdiskusi untuk membahas mata pelajaran yang diberikan, ucapnya.Solin menambahkan, melalui tatap muka secara langsung guru pembelajar dengan muridnya, dapat menciptakan pemikiran dan hal-hal yang baru bagi kemajuan pendidikan.Selain itu, juga melatih para siswa agar mampu menganalisa dan juga meningkatkan semangat belajar yang cukup tinggi di lingkungannya.Program pemerintah mewujudkan guru pembelajar tersebut, diharapkan dapat memajukan pendidikan di Indonesia, kata Dosen Unimed itu.Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meluncurkan program peningkatan kompetensi guru yakni guru pembelajar.Sifat pembelajar, lanjut Anies, merupakan sifat yang harus ada pada semua baik guru maupun murid.Dalam pelaksanaan program tersebut menggunakan tiga moda yaitu moda tatap muka, moda dalam jajaring penuh, dan moda kombinasi keduanya.Sementara materi pembelajaran moda tatap muka menggunakan modul cetak, sedangkan moda dalam jaringan menggunakan modul, lembar kerja, dan lembar informasi yang disusun dan disajikan secara digital. (Ant/y)