Mataram (SIB)- Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Ditjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wowon Wirdayat meminta daerah mendesain sekolah aman dan ramah lingkungan terutama untuk Sekolah Dasar."Bangunannya baik, tetapi tidak ramah lingkungan juga dapat berdampak kurang baik untuk tumbuh kembang anak," katanya di sela memantau pelaksanaan hari pertama masuk sekolah pada sejumlah sekolah dasar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.Menurut dia, kriteria sekolah ramah lingkungan antara lain harus memiliki lingkungan nyaman dan hijau, sanitasi bersih, ruang kelas terang dan sirkulasi udara baik.Sementara sekolah aman adalah bangunan sekolah harus aman, apalagi jika sekolah itu dua lantai. Artinya, desain, konstruksi, ketinggian dan pegangan untuk anak-anak harus aman."Sekolah-sekolah di Mataram yang lantai dua rata-rata sudah termasuk sekolah aman dan ramah lingkungan, namun tetap perlu ditingkatkan," kata saat ditemui di SDN 2 Cakranegara.Dikatakannya, untuk menciptakan sekolah aman dan ramah lingkungan, Kemendikbud sedang mendata sekolah SD terutama di kawasan pinggiran untuk direnovasi atau dibangun kembali.Untuk melaksanakan program ini, pihaknya melibatkan 6.000 ribu guru, 50 ribu siswa kelas II dan Kelas III dari 611 SMK jurusan bangunan se-Indonesia yang sedang berjalan."Siswa SMK jurusan bangunan ini sudah teruji dan hasil kerja mereka dapat dibandingkan dengan desain modern-modern lainnya, karena desainnya tidak monoton," ujarnya.Untuk di Kota Mataram, lanjutnya, SDN 7 Mataram akan menjadi salah satu sasaran program pembangunan sekolah aman dan ramah lingkungan yang akan didesain oleh siswa SMK."Kami akan membangun SDN 7 Mataram dengan desain sekolah aman dan ramah lingkungan agar bisa menjadi contoh bagi pembanguan selanjutnya oleh daerah," kara Wowon yang sebelumnya juga sudah berkunjung ke SDN 7 Mataram. (Ant/d)