Medan (SIB)- Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) August Sinaga SPd SST MAP mengatakan, daya tampung sekolah tersebut tahun ini sekitar 325 siswa terbaik dari 33 kabupaten dan kota di Sumut, dengan rincian sekitar 225 siswa diasramakan dan 100 siswa non asrama."Hampir semua pembiayaan operasional siswa yang di asrama ditanggung pemerintah , artinya siswa tidak dikenakan biaya (gratis), termasuk biaya makan di asrama," kata August Sinaga menjawab wartawan di sekolah Jalan Karya Dalam No 26 Medan, Kamis (21/7).August mengatakan, tahun ini dilakukan dua kelas, yakni untuk kelas siswa berasrama dan non-asrama dengan 11 program studi dan pelamar tahun ini sekitar 1.000 orang.Dijelaskan August, pembiayaan siswa di sekolah ini ditanggung melalui APBD, seperti uang sekolah, makan, pakaian dinas harian dan asrama. Bagi siswa kelas non-asrama, kata August biaya seragam sekolah ditanggung orangtua siswa dan juga biaya sumbangan partisipasi orangtua. Namun keputusan itu harus dari hasil kesepakatan dengan rapat komite sekolah.Lulusan sekolah ini banyak yang bekerja di dunia industri dan juga ada yang melanjut ke perguruan tinggi. Sekolah ini berkembang terus. Sangkin banyaknya peminat, maka dibuka kelas non asrma. Namun seleksi tetap ketat, menyangkut administrasi, psikotes, tes minat, tes tertulis dan kesehatan. Masing-masing kabupaten/kota dibuat quotanya dua atau tiga siswa. Kita berusaha masing-masing kabupaten/kota ada siswanya disini.Kenapa minat masyarakat tinggi menyekolahkan anaknya di sekolah ini? Kata August, karena memang di sekolah ini yang pertama tidak hanya memberikan pengetahuan, keterampilan tapi juga melatih sikap dalam bentuk pendidikan karakter yang begitu ketat dan berkelanjutan sehingga diharapkan siswa ini nanti menjadi generasi emas. Yaitu generasi yang kreatif, inovatif, produktif, berkarakter dan cinta terhadap bangsa Indonesia.Menurutnya, secara matematis sepintar apa pun skill anak kalau perilakunya tidak baik itu sama dengan nol, artinya bisa sia-sia semua. Ini bisa kita buktikan, siswa yang sudah kelas XI, kalau kita kirim praktek industri di dunia usaha, pasti siswa kita ini yang terbaik disana dan bisa dilamar perusahaan itu. Kalau tamat dijadikan karyawan. Karena dunia usaha selain melihat kecerdasan juga melihat sikap dan perilaku. Itu terjadi setiap tahun banyak siswa yang dilamar perusahaan-perusahaan. Lembaga ini mempersiapkan generasi bangsa yang memiliki karakter yang baik, kreatif, inovatif dan produktif, katanya.Dijelaskannya, tata tertib di sekolah ini sangat ketat sekali, sebagai contoh kawasan sekolah ini bebas asap rokok, artinya semuanya tidak boleh merokok di arela sekolah. Kalau ada siswa yang merokok pasti dipecat, guru dan pegawai yang merokok diberi peringatan. Jadi tidak ada ruang merokok di sekolah ini.Selain itu, untuk menanamkan budi pekerti pada setiap siswa diberi taman. Lima belas menit sebelum apel sekolah, siswa harus membersihkan taman, memotong rumput dan menata ulang tamannya itu. Ini menanamkan budi pekerti melalui cinta lingkungan hidup, kata August.Pendidikan adalah sebuah proses yang memang harus dimulai dengan menanamkan disiplin, dan dilakukan secara kontiniu dan berkelanjutan. Selain itu kita harus menggali minat, bakat dan potensi anak. Walaupun ini SMK tapi ada yang jago vokal, nari, volly, karate ,dll. Kemarin kita juara tiga pencak silat dan tennis meja olimpiade Provinsi Sumut."Selama saya disini yang dilantik 24 Juni 2016, akan dilakukan pembenahan sarana prasarana, managemen, administrasi dan memotivasi guru-guru/pegawai serta mendorong siswa terus menjadi siswa yang baik, mengikuti tata tertib," katanya.August yang mantan Kabid Dikmenti Sumut berjanji akan membuat sekolah ini lebih baik. "Kalau tidak bisa lebih baik lagi, berarti saya gagal." Menurutnya, tenaga pendidik di sekolah itu adalah guru-guru terbaik dari kabupaten/kota. Siswanya 70 persen laki-laki dan 30 persen wanita. Bagi siswa yang bandel, suka bolos, bohong akan dikembalikan ke orangtua (dipecat), katanya.August menyebut sekolah melibatkan 73 guru PNS dan 4 guru tamu untuk jurusan praktek serta 6 guru honorer.Menurut August, menyambut siswa baru yang dimulai Senin, 18 Juli 2016 diawali dengan masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS sebagai pengganti masa orientasi siswa (MOS) juga penyuluhan/ceramah bahaya penggunaan narkoba dan kewirausahaan, latihan dasar kepemimpinan serta latihan bela negara dan baris berbaris dengan melibatkan sejumlah narasumber. (A01/h)