Jakarta (SIB)- Direksi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tampil di depan kelas menjadi guru di lima sekolah Jawa Timur sebagai bagian dari Program BUMN, mengajar yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN. BUMN Mengajar merupakan bagian dari Program "BUMN Hadir Untuk Negeri" yang diinisiasi Kementerian BUMN memperingati 71 tahun Kemerdekaan Indonesia.Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan, sesuai namanya BUMN mengajar yang tampil di depan kelas tidak hanya Direksi Telkom namun Direksi BUMN lain juga akan berbagi pengalaman dengan para siswa di sekolah-sekolah. Telkom bersama-sama dengan BUMN lain di Jawa Timur, antara lain PT SIER, Perum Jasa Tirta 1, PT Boma Bisma Indra, PT Petrokimia dan PT Garam, mendapat mandat dari Kementerian BUMN untuk menyelenggarakan acara khusus BUMN hadir untuk negeri di Jawa Timur. "Dalam Program BUMN Mengajar ini para Direksi BUMN, menginspirasi siswa melalui berbagai cerita tentang industrinya serta menanamkan nilai kejujuran, disiplin dan kerja keras," ujar Arif Praboro.Para Direksi BUMN terlibat dalam program BUMN Mengajar di 76 sekolah se-Jawa Timur yang berlangsung sejak 4 Agustus 2016. Direksi Telkom yang menjadi pengajar untuk menyukseskan gerakan ini, antara lain Direktur Digital & Strategic Portfolio, Indra Utoyo di SMAN 1 Bangkalan, Direktur Network IT and Solution, Abdus Somad Arief di SMAN 1 Sidoarjo, Direktur Consumer Service, Dian Rachmawan di SMAN 2 Surabaya, Direktur Human Capital Management, Herdy Harman di SMA Glagah Banyuwangi. Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom, Indra Utoyo di SMAN 1 Bangkalan, Madura memaparkan tentang peran pentingnya BUMN di Indonesia, termasuk portofolio bisnis yang dikelola dan profesi-profesi yang ada di dalamnya. Sekitar 200 orang pelajar memadati Masjid SMA 1 Bangkalan, yang juga turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf.Indra Utoyo menandaskan, sebuah negara disebut hebat jika mempunyai 2 kelebihan, yakni manusianya yang unggul dan budayanya. Oleh karena itu Indra menekankan Telkom sangat menaruh perhatian dalam membangun kapasitas nasional melalui generasi penerus bangsa. Indra Utoyo juga mengungkapkan telah terjadinya pergeseran peradaban manusia akibat perkembangan teknologi, globalisasi, dan kondisi yang makin makmur. "Telkom melihat munculnya fenomena banyak konten dan aplikasi yang dibuat sebagai solusi yang memudahkan dan memberikan kebermanfaatan", jelas Indra Utoyo.Konten tersebut menurut Indra, bisa berupa edutainment, music, animasi, games dan services. Untuk menumbuhkan kreativitas dalam memperbanyak konten aplikasi ini, Telkom telah membangun creative center, seperti Bandung Digital Valley (BDV), Jogja Digital Valley (JDV), dan Jakarta Digital Valley (JakDiVa), serta di Surabaya juga telah dibangun Digital Innovation Lounge (DiLo).Telkom bersama BUMN pendamping katanya juga akan melaksanakan beragam program, antara lain penyediaan sarana air bersih, penyediaan sarana mandi cuci kakus, pembangunan tempat penitipan anak, pembinaan mantan atlet nasional, pembinaan desa terpencil, perbatasan dan rawan konflik, elektrifikasi rumah tangga yang belum teraliri listrik, pasar murah, Siswa Mengenal Nusantara (SMN), dan lainnya. Program-program tersebut diharapkan makin memperkuat semangat 71 tahun Kemerdekaan Indonesia dengan melibatkan seluruh stakeholder. (JPH/ r)