Humbahas (SIB)- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Perhubungan dan Pariwisata menggelar lomba Aksara Batak antar palajar Sekolah Dasar (SD) se-Kabupeten Humbahas, di Aula Hutamas, Tano Tubu Doloksanggul, Rabu (31/8).Tujuan kegiatan ini diharapkan dapat menggali, melestarikan serta mengembangkan kebudayaan Batak seperti penulisan aksara Batak Toba, dan untuk meningkatkan minat para siswa untuk mempelajari aksara Batak Toba di sekolah negeri dan swasta serta kepada generasi muda.Bupati Humbahas dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Admin Umum dan Kesra Edy H Sinaga menyampaikan, Pemkab Humbahas menyambut baik kegiatan itu. Kata dia, aksara Batak Toba itu merupakan kekayaan budaya Batak yang patut dibanggakan."Sejak dahulu kala nenek moyang suku Batak sudah menggunakan bahasa sendiri dan huruf sendiri untuk berkomunikasi, di antaranya menuliskan silsilah, bahan obat-obatan, sejarah tempat, korespondensi dan lainnya," kata Edi.Menurut dia, saat ini tidak banyak lagi yang memahami aksara Batak, baik menulis maupun untuk membaca aksara tersebut. "Pada kesempatan ini juga akan kita laksanakan sosialisasi aksara Batak Toba secara manual dan komputerisasi bagi semua guru, siswa dan beberapa ASN yang turut hadir di tempat ini," pungkasnya.Sementara itu, narasumber Sosialisasi Aksara Batak dari Kepala Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan Batak Universitas HKBP Nommensen Medan, Manguji Nababan dalam penyampaian materinya mengatakan, ada ribuan naskah Batak kuno yang masih dapat kita lihat sekarang ini. Seperti di museum, di kalangan masyarakat yang masih ada yang menyimpan dan menjaganya dan di luar negeri seperti di Jerman dan Belanda."Ini merupakan harta yang sangat berharga, peninggalan nenek moyang suku Batak dan harus berada di tempat asalnya," terangnya.Lebih lanjut dijelaskan, aksara Batak merupakan penggabungan beberapa huruf samapi berbentuk kalimat yang memiliki nilai yang berharga yang ada pada naskah kuno ini dapat berupa silsilah, ramuan obatan, pantun dan korespondesi dan komunikasi lainnya.Jumlah huruf pada aksara Batak Toba berjumlah 19 huruf yang terdiri dari induk surat dan anak surat. Naskah kuno ini dapat ditulis di kulit kayu, kulit hewan dan bambu."Tinta yang digunakan dahulu kala pada masa nenek moyang kita berasal dari asap bambu kecil berbara ditempelkan pada besi sampai menguap mengeluarkan cairan warna hitam. Dan alat tulis yang digunakan adalah besi kecil, bulu ayam dan duri hewan landak, semua alami pada saat itu. Pemahaman dalam menuliskan aksara Batak memiliki huruf yang unik dan bahasanya yang khas, merupakan jati diri masyarakat Batak dahulu sampai sekarang," jelas Manguji.Adapun para pemenang lomba penulisan aksara Batak antar pelajar SD se-Kabupaten Humbahas, juara I berhasil diraih Alfandi Siburian dari SD Kecamatan Pakkat, juara II Cici Simanullang dari Kecamatan Pakkat dan Juara III Hiskia Siregar dari Kecamatan Doloksanggul. (F02/h)