Full Day School, Guru Jangan Dibebani Banyak Tugas Administratif

* Guru Harus Menambah Kapasitas
- Rabu, 14 September 2016 15:40 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah jangan membebani banyak tugas administratif pada guru. Permintaan tersebut merujuk pada rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan sekolah pendidikan karakter atau full day school."Guru jangan dibebani banyak tugas administratif. Masa sudah ngajar full day school tapi masih harus memenuhi kebutuhan 24 jam," kata pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi, di Gebung Guru Indonesia, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.Ia mengaku setuju dengan langkah Mendikbud membenahi sistem syarat mengajar 24 jam untuk memperoleh tunjangan sertifikasi guru. Pun ia juga mendukung kebijakan Mendikbud melaksanakan sekolah selama lima hari dan menjadikan Sabtu sebagai hari keluarga. "Ini kompensasi biar guru bisa maksimal," jelasnya.PGRI, Unifah mengatakan, sudah diundang untuk memformulasikan kebijakan yang sesuai bagi guru. Khususnya, untuk merumuskan syarat pemenuhan sertifikasi dan mengajar sekolah pendidikan karakter. Dengan begitu, ia berharap tidak ada lagi istilah kerja buruh bagi guru.Guru Harus Menambah KapasitasKementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPP3) sebagai agenda prioritas. Untuk menyukseskan program tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta guru meningkatkan kapasitas agar mampu mencetak generasi penerus yang berkarakter."Guru-guru harus menambah kapasitas. Yang kita berikan ke anak didik kita saat ini belum cukup," kata Muhadjir, saat membuka rapat koordinasi persiapan implementasi penjaminan mutu pendidikan di Provinsi Bengkulu, Selasa (6/9)."Kita harus menyiapkan generasi muda yang jauh lebih baik dari kita saat ini," ucapnya lagi di hadapan ratusan guru.Muhadjir kemudian menekankan pentingnya pembentukan karakter budi pekerti pada generasi muda sedini mungkin. Idealnya, kata dia, siswa setingkat SD mendapat pendidikan karakter dengan porsi 70 persen. Sementara 30 persen sisanya ilmu pengetahuan.Pada siswa setingkat SMP, porsi untuk ilmu pengetahuan ditingkatkan menjadi 40 persen dan pendidikan karakter 60 persen.Dalam pendidikan karakter, guru menanamkan nilai-nilai budi pekerti seperti kedisiplinan, tanggungjawab, saling menghargai dan toleransi. Lewat program penguatan karakter, guru juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme. (RoL/h)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Lapas Labuhan Ruku Gelar Rapat Bahas Penyaluran Bantuan Sosial Selama Ramadhan

Sekolah

Pastikan Mudik Aman, KAI Divre I Sumut Siagakan 31 Lokomotif dan 73 Kereta Laik Operasi

Sekolah

Bupati Humbahas Ingatkan ASN Bekerja Jujur, Berbuat Terbaik dan Jangan Culas

Sekolah

Siswa SMPN 4 Pematangsiantar Torehkan Prestasi Futsal

Sekolah

Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Harli Siregar : Kuatkan Iman dan Ketaqwaan di Era Teknologi

Sekolah

Wali Kota Dukung Cap Go Meh 2026, Perayaan Digelar Usai Tarawih untuk Jaga Toleransi